bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Penunjukan Zidane sebagai Pelatih Timnas Prancis Picu Perdebatan Agama

Redaksi 17 Agustus 2026 2 views
Penunjukan Zidane sebagai Pelatih Timnas Prancis Picu Perdebatan Agama
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih baru timnas Prancis segera memicu perdebatan mengenai latar belakang agama yang dianutnya. Zidane, yang pernah menjadi ikon timnas Prancis dengan nomor punggung 10, kini mengambil alih posisi pelatih menggantikan Didier Deschamps. Namun, pemilihan Zidane menjadi sorotan sebagian pihak karena ia beragama Islam.

Kelompok yang menunjukkan gejala Islamofobia mulai mempertanyakan keputusan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait penunjukan Zidane. Menanggapi hal tersebut, Abdelkader Lahmar, seorang politikus Prancis yang juga anggota Majelis Nasional dari partai sayap kiri La France Insoumise, berpendapat bahwa isu agama Zidane tidak seharusnya diperdebatkan. Ia menyuarakan keheranannya melalui akun X @AK_Lahmar, dengan mempertanyakan mengapa agama Zidane menjadi pertanyaan, sementara pelatih sebelumnya seperti Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, dan Aime Jacquet tidak pernah ditanyai soal keyakinan mereka saat ditunjuk.

Zinedine Zidane secara resmi dikukuhkan sebagai pelatih timnas Prancis pada tanggal 28 Juli 2026, dengan kontrak yang akan berlaku efektif mulai 1 September 2026, termasuk untuk para stafnya. Sebelumnya, Zidane diketahui telah menolak beberapa tawaran melatih dari klub-klub lain karena ambisinya untuk memimpin timnas Prancis, terutama setelah Didier Deschamps mengisyaratkan rencana pengunduran dirinya dari skuad 'Ayam Jantan' tahun lalu.

Agenda terdekat yang akan dihadapi timnas Prancis adalah turnamen UEFA Nations League yang dijadwalkan pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober. Dalam fase grup, Prancis akan berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Italia, Belgia, dan Turki.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.