bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 15:11 WIB

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Secara Mengejutkan untuk Stabilkan Rupiah

Redaksi 10 Juni 2026 13 views
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Secara Mengejutkan untuk Stabilkan Rupiah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnbc.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnbc.com, Bank Indonesia (BI) secara tak terduga menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Langkah ini membawa suku bunga acuan 7-day reverse repo rate menjadi 5,5% dari sebelumnya 5,25%. Keputusan ini diambil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat dan adanya arus keluar modal asing (capital outflow).

Menurut informasi dari cnbc.com, kenaikan suku bunga ini merupakan langkah antisipatif untuk meredam tekanan terhadap rupiah dan mencegah potensi pelemahan lebih lanjut. Selain itu, BI juga menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah, yaitu antara 1,5% hingga 3,5% untuk tahun 2026 dan 2027. Peningkatan imbal hasil juga diharapkan dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

CNBC.com melaporkan bahwa pelemahan rupiah sebagian besar disebabkan oleh keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia. Sejak awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah anjlok lebih dari 35%. Upaya sebelumnya, termasuk kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada rapat bulan Mei dan intervensi di pasar valuta asing, belum mampu menahan laju pelemahan rupiah yang tercatat di level 18.190 terhadap dolar AS pada 8 Juni, meskipun cadangan devisa negara telah terkuras untuk menopang mata uang.

Selain itu, cnbc.com juga menyoroti bahwa inflasi di Indonesia menunjukkan tren kenaikan, dengan angka 3,08% pada bulan Mei, meningkat dari 2,42% pada periode sebelumnya. Kenaikan ini juga melampaui perkiraan analis Reuters. Pemberitaan ini juga menyebutkan bahwa BI baru-baru ini menerima mandat baru dari parlemen Indonesia untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnbc.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.