bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 21:12 WIB

Banyak Pengguna Ponsel Mengaku Menghabiskan Waktu Tanpa Tujuan, Laporan Baru Ungkap Kebiasaan Scrolling

Redaksi 03 Juni 2026 9 views
Banyak Pengguna Ponsel Mengaku Menghabiskan Waktu Tanpa Tujuan, Laporan Baru Ungkap Kebiasaan Scrolling
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, banyak orang mengalami fenomena membuka ponsel untuk memeriksa sesuatu namun akhirnya menghabiskan waktu satu jam untuk sekadar menggulir layar tanpa tujuan yang jelas. Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa orang memperkirakan lebih dari sepertiga waktu mereka di ponsel dihabiskan tanpa tujuan yang jelas.

Dr. Eleanor Drage dari Universitas Cambridge menyatakan bahwa ini bukan sekadar masalah orang membuat pilihan yang tidak bijak, melainkan teknologi itu sendiri yang memiliki sifat imersif yang justru merongrong pengguna.

Prof. Pete Etchells dari Universitas Bath Spa menambahkan, meskipun laporan mandiri mengenai penggunaan ponsel bisa jadi tidak dapat diandalkan, mengenali kebiasaan diri sendiri merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengelolanya.

Survei yang ditugaskan oleh Virgin Media O2 menemukan bahwa rata-rata orang dewasa di Inggris menghabiskan empat jam sehari di ponsel mereka, dengan 36% dari waktu tersebut terjadi tanpa disengaja.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa banyak orang menyadari adanya alat untuk mengontrol waktu layar mereka, tetapi kesulitan menemukan kemauan untuk menggunakannya. Drage, seorang peneliti senior di Universitas Cambridge, mengatakan bahwa meskipun kesadaran akan dampak negatif penggunaan perangkat yang berlebihan terus meningkat, orang tetap kesulitan mengelola waktu mereka secara online.

Mereka yang disurvei melaporkan bahwa penggunaan ponsel mereka sebagian besar disengaja, seperti mengirim pesan, menggunakan peta, atau memeriksa cuaca. Namun, para partisipan juga mengaku menghabiskan waktu untuk menggulir layar atau membuka aplikasi tanpa berpikir.

Survei tersebut menunjukkan bahwa mereka yang mengaku menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan ponsel tanpa alasan yang jelas juga lebih mungkin melaporkan pengalaman negatif, termasuk merasa lebih buruk setelahnya atau melihat konten yang berbahaya atau tidak menyenangkan.

Laporan yang berjudul 'Age of Autopilot' ini menarik wawasan dari tiga survei yang dilakukan antara tahun 2024 dan 2026. Survei terbarunya melibatkan sekitar 6.000 orang berusia 16 tahun ke atas mengenai perasaan mereka tentang waktu layar.

Namun, beberapa pakar berpendapat bahwa mengandalkan statistik waktu layar yang dilaporkan sendiri dapat gagal menangkap gambaran penuh mengenai kebiasaan, kesejahteraan, atau nuansa waktu layar seseorang. Etchells, seorang profesor psikologi dan komunikasi sains di Universitas Bath Spa, mengatakan bahwa kita sangat buruk dalam memperkirakan waktu yang kita habiskan untuk melakukan sesuatu, terutama terkait penggunaan teknologi.

Ia menjelaskan kepada BBC bahwa studi menunjukkan statistik yang dilaporkan sendiri mengenai penggunaan ponsel dan waktu layar seringkali dibesar-besarkan jika dibandingkan dengan pengukuran objektif. Hal ini dapat menciptakan korelasi yang meningkat jika dikaitkan dengan kesehatan seseorang.

Meskipun memiliki kehati-hatian mengenai hal ini, Etchells menilai laporan 'Age of Autopilot' bermanfaat karena menunjukkan bahwa orang mungkin semakin sadar akan kebiasaan ponsel mereka. Ia menekankan bahwa kemampuan untuk menyadari kapan kita menggunakan ponsel padahal tidak ingin atau tidak perlu adalah langkah awal yang sangat penting.

Etchells menambahkan, kunci untuk memahami dampak waktu layar adalah menyadari bahwa itu tidak selalu berarti buruk, melainkan mengidentifikasi di mana hal itu dapat mengarah pada perilaku yang tidak diinginkan atau aktivitas berbahaya, seperti memeriksa ponsel saat mengemudi.

Netta Weinstein dari Universitas Reading menyarankan agar orang menghindari terlalu menghakimi penggunaan ponsel mereka yang tanpa arah, karena menggulir layar dapat memberikan relaksasi, hiburan, humor, atau koneksi bagi sebagian orang. Namun, ia menambahkan bahwa penting untuk bertanya apakah penggunaan tersebut benar-benar membuat kita merasa pulih, atau apakah kita justru merasa tidak lebih baik, bahkan terkadang lebih buruk.

Para ahli mengatakan temuan ini juga menjadi kesempatan untuk menantang bagaimana desain ponsel pintar memengaruhi kebiasaan kita. Etchells menyatakan keinginannya untuk melihat lebih banyak tekanan pada perusahaan teknologi terkait notifikasi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.