bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:21 WIB

Fosil Dinosaurus Pertama Antartika Ditemukan Setelah Puluhan Tahun Tersimpan

Redaksi 04 Juli 2026 4 views
Fosil Dinosaurus Pertama Antartika Ditemukan Setelah Puluhan Tahun Tersimpan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah fosil yang tersimpan di dalam laci koleksi selama puluhan tahun akhirnya teridentifikasi sebagai bagian dari kerangka dinosaurus pertama yang pernah ditemukan di Benua Antartika. Fosil berupa tulang belakang (vertebra) ini pertama kali ditemukan oleh tim ekspedisi British Antarctic Survey (BAS) pada tahun 1985. Pada saat penemuan awal, fosil tersebut hanya dikategorikan sebagai milik reptil besar biasa.

Setelah bertahun-tahun tersimpan di gudang, fosil ini menarik perhatian Mark Evans, seorang ahli paleontologi sekaligus manajer koleksi geologi di BAS. Evans merasa bentuk tulang tersebut tidak biasa sehingga memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa fosil tersebut berasal dari seekor Titanosaurus, salah satu kelompok dinosaurus herbivora berleher panjang dari kelompok sauropoda yang dikenal sebagai hewan raksasa yang pernah menghuni Bumi.

Menurut data dari Natural History Museum, rata-rata bobot kelompok dinosaurus ini bisa mencapai 15 metrik ton, dengan spesimen terbesar diperkirakan memiliki panjang hingga 37 meter dan berat 63,5 metrik ton. Fosil tulang belakang yang ditemukan ini berasal dari dinosaurus remaja atau dewasa berukuran lebih kecil, dengan diameter tulang sekitar 10 sentimeter. Diperkirakan, panjang tubuh hewan ini hanya berkisar antara 6 hingga 7 meter.

Matthew C. Lamanna, salah satu penulis penelitian dan kurator paleontologi vertebrata di Carnegie Museum of Natural History, menyatakan bahwa tulang ini merupakan bukti langka keberadaan dinosaurus sauropoda berleher panjang di Antartika. Paul Barrett, peneliti utama dari Natural History Museum, menambahkan bahwa meskipun sekilas tampak biasa, fosil ini memiliki nilai sejarah penting sebagai fosil dinosaurus pertama yang ditemukan di Antartika.

Dinosaurus pemilik fosil ini diperkirakan hidup sekitar 82 juta tahun lalu, pada periode Kapur Akhir. Pada masa itu, Antartika diperkirakan memiliki hutan beriklim sedang yang subur, menyediakan sumber makanan yang cukup bagi herbivora besar. Barrett juga menyebutkan bahwa lapisan es yang menutupi sebagian besar Antartika membatasi penemuan fosil, namun perubahan iklim yang menyebabkan pencairan es berpotensi mengungkap lebih banyak bukti keanekaragaman hayati masa lalu.

Penelitian ini turut memberikan pemahaman baru mengenai pola migrasi dinosaurus antar benua di belahan Bumi selatan. Pada periode Kapur, Antartika merupakan bagian dari superbenua Gondwana, dan penemuan ini mengindikasikan bahwa kerabat dekat Titanosaurus melakukan migrasi antara Amerika Selatan dan Australia melalui Antartika. Roy Smith, seorang dosen paleontologi vertebrata di University of Portsmouth yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menekankan pentingnya pelestarian koleksi ilmiah museum sebagai bukti krusial untuk memahami sejarah penyebaran dinosaurus di benua-benua selatan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.