bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 21:13 WIB

BMKG: Angin Bawa Asap Karhutla Kalimantan ke Sumatra dan Wilayah Sekitar

Redaksi 24 Agustus 2026 4 views
BMKG: Angin Bawa Asap Karhutla Kalimantan ke Sumatra dan Wilayah Sekitar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi bahwa pergerakan angin saat ini berperan dalam penyebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan ke wilayah Sumatra serta daerah sekitarnya.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 yang dilakukan pada 19 Agustus 2026, BMKG mendeteksi adanya sebaran asap karhutla di beberapa area Sumatra bagian tengah dan selatan, serta masih terlihat di wilayah Kalimantan. Pola angin yang terjadi turut membawa sebagian asap tersebut hingga meluas ke wilayah-wilayah di sekitarnya.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi karhutla ini sebagian didukung oleh fenomena berkurangnya curah hujan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Pada analisis Dasarian I Agustus 2026, tercatat sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Curah hujan dengan kategori rendah mendominasi 90,79 persen dari keseluruhan wilayah Indonesia.

Situasi ini sejalan dengan perkembangan fenomena El Nino yang telah mencapai intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada dalam fase positif. Kedua kondisi tersebut berkontribusi terhadap penurunan curah hujan secara umum di sebagian besar wilayah Indonesia.

BMKG mengingatkan bahwa berkurangnya curah hujan ini berimplikasi pada peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di area yang rentan terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot) kepada pihak berwenang.

Dampak karhutla di Kalimantan juga dilaporkan telah memengaruhi beberapa wilayah di Malaysia, khususnya Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan. Data dari portal Malaysian Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Sabtu (22/8) hingga pukul 16.00 waktu setempat menunjukkan bahwa Serian di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) tertinggi mencapai 217, yang termasuk dalam kategori sangat tidak sehat. Sembilan wilayah lain di Sarawak juga mencatatkan indeks dalam kategori tidak sehat, dengan Sri Aman (186), Sarikei (173), Kuching (171), dan Samarahan (170) sebagai daerah dengan tingkat polusi terburuk setelah Serian.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.