bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 11:12 WIB

BMKG: Bibit Siklon Tropis 96W Picu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Redaksi 29 Juni 2026 7 views
BMKG: Bibit Siklon Tropis 96W Picu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya Bibit Siklon Tropis 96W yang terpantau aktif di dekat wilayah Indonesia. Fenomena ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di dalam negeri.

Bibit siklon tersebut terbentuk pada 27 Juni 2026. Berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCW) pada Minggu (28/6) pukul 07.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 96W dilaporkan berada di Laut Filipina utara Papua. BMKG menyatakan bahwa bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak ke arah barat dalam 24 jam ke depan.

Dampak tidak langsung yang diantisipasi dari aktifnya bibit siklon tropis ini adalah potensi terjadinya gelombang tinggi. Ketinggian gelombang tersebut diprediksi berkisar antara 1.25 hingga 2.5 meter di Samudra Pasifik yang berada di utara Maluku hingga Papua.

Selain itu, BMKG juga memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan terus diguyur hujan dalam sepekan mendatang. Hal ini didukung oleh aktivitas dinamika atmosfer regional dan lokal yang masih sangat aktif, memfasilitasi pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah. Faktor-faktor pendukung potensi hujan meliputi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diperkirakan melintasi wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, bagian selatan Maluku, bagian timur Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, serta perairan Laut Banda dan Laut Arafuru.

Kondisi tersebut turut diperkuat oleh Gelombang Rossby Ekuator yang bergerak ke arah barat di selatan Maluku. Bersamaan dengan itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke timur juga terpantau melintas secara signifikan di perairan selatan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. BMKG juga memperkirakan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik Utara Papua, yang dapat memicu perlambatan dan pertemuan angin, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar area tersebut serta di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi. Tingkat labilitas atmosfer lokal di beberapa wilayah juga mendukung proses konveksi, yang berpotensi memperkuat pertumbuhan awan konvektif.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.