bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 08:24 WIB

Suhu Laut Global Capai Rekor Tertinggi pada Juni 2026

Redaksi 03 Juli 2026 1 views
Suhu Laut Global Capai Rekor Tertinggi pada Juni 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnn.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnn.com, suhu permukaan laut global pada bulan Juni 2026 tercatat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Data dari Copernicus Climate Change Service menunjukkan bahwa pada tanggal 21 Juni, suhu rata-rata global mencapai 20,86 derajat Celsius (69,5 derajat Fahrenheit). Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dicatat pada Juni 2024.

Data serupa juga dikonfirmasi oleh Copernicus Marine Service, yang mencatat suhu laut mencapai 21 derajat Celsius (69,38 derajat Fahrenheit) pada tanggal yang sama, mengungguli rekor Juni 2024 sebesar 0,18 derajat Fahrenheit.

Peningkatan suhu abnormal ini dipicu oleh fenomena El Niño yang baru saja dimulai, yang ditandai dengan pemanasan air laut di sepanjang Pasifik tropis bagian ekuatorial. Selain itu, krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia juga berkontribusi terhadap kenaikan suhu ini. Lautan telah berperan sebagai penyerap panas terbesar di Bumi selama beberapa dekade, menyerap sekitar 90% kelebihan panas dari pembakaran bahan bakar fosil.

Para ilmuwan menyatakan bahwa meskipun kenaikan suhu laut tidak mengejutkan, kecepatan pemanasan yang terjadi saat ini sangat mengkhawatirkan. Ada kekhawatiran bahwa kondisi saat ini bisa menandai awal dari fase baru yang membawa lautan ke dalam "wilayah yang belum pernah dijelajahi". Dengan suhu laut yang tinggi dan potensi El Niño yang menguat, diperkirakan lebih banyak rekor suhu yang akan terpecahkan dalam beberapa bulan mendatang.

Perubahan suhu laut memiliki dampak signifikan terhadap pola cuaca global. Lautan yang lebih panas dapat memicu gelombang panas, memperkuat badai, dan meningkatkan penguapan yang berpotensi menyebabkan curah hujan ekstrem serta banjir. Pemanasan laut juga dapat menyebabkan pemutihan massal pada terumbu karang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnn.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.