bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Eropa saat ini tengah menghadapi gelombang panas ekstrem yang menyebabkan suhu mencapai rekor tertinggi di beberapa wilayah, bahkan mendorong beberapa kota ke dalam status siaga merah.
Pada tanggal 23 Juni, Prancis dilaporkan mencatat hari terpanas sepanjang sejarah untuk bulan Juni. Untuk memantau kondisi ini, satelit Copernicus Sentinel-3 telah menangkap citra pengukuran suhu permukaan daratan dari luar angkasa menggunakan sensor termal.
Perlu dicatat bahwa suhu permukaan daratan berbeda dengan suhu udara. Suhu permukaan daratan mengindikasikan seberapa panas lapisan tanah itu sendiri, yang kerap kali jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara. Hal ini disebabkan oleh material seperti batu dan aspal yang memiliki kemampuan menyerap panas sepanjang hari.
Penyebab utama gelombang panas yang melanda Eropa ini adalah fenomena meteorologi yang dikenal sebagai Omega Block. Fenomena ini merupakan pola tekanan udara yang memerangkap massa udara panas, sehingga menghambat pergerakannya.