bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:27 WIB

BMKG: Dampak El Nino Diprediksi Mereda Pertengahan Oktober 2026

Redaksi 04 Agustus 2026 7 views
BMKG: Dampak El Nino Diprediksi Mereda Pertengahan Oktober 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnbcindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnbcindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal kuartal pertama tahun 2027. Meskipun demikian, dampak langsung El Nino terhadap Indonesia diproyeksikan akan mulai berkurang setelah musim kemarau berakhir pada pertengahan Oktober 2026.

Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, kelanjutan El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini menjadi lebih kering dan lebih lama dari kondisi normal, bahkan intensitasnya dapat mencapai level yang lebih kuat.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus di sekitar 48,8% wilayah Indonesia, sementara sekitar 25,4% wilayah lainnya diprediksi mencapai puncak kemarau pada bulan September. Prediksi ini sejalan dengan perkiraan sebelumnya, di mana sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan durasi yang lebih panjang dari biasanya.

Teuku Faisal Fathani menambahkan bahwa memasuki bulan Oktober hingga November 2026, curah hujan dengan kategori tinggi mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa El Nino tidak selalu identik dengan musim kemarau. Dampak El Nino baru terasa di Indonesia ketika fenomena tersebut bertepatan dengan periode kemarau. Ia menegaskan, "Kemarau tidak sama dengan El Nino, jadi El Ninonya masih berlangsung hingga awal 2027, tapi dampaknya di kita itu selesai mulai pertengahan bulan Oktober.".


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnbcindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.