bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Indonesia Dapat Saksikan Gerhana Matahari Total 2026 Lewat Siaran Daring

Redaksi 12 Agustus 2026 8 views
Indonesia Dapat Saksikan Gerhana Matahari Total 2026 Lewat Siaran Daring
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, gerhana matahari total dijadwalkan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan akan terlihat di beberapa wilayah Eropa. Masyarakat di Indonesia yang tidak dapat menyaksikan fenomena alam ini secara langsung, masih memiliki kesempatan untuk mengamatinya melalui siaran langsung daring.

Jalur utama gerhana matahari total pada tahun 2026 akan melintasi Greenland, Islandia, serta bagian utara Spanyol dan timur laut Portugal. Sementara itu, gerhana matahari sebagian diperkirakan akan tampak di area yang lebih luas di Belahan Bumi Utara, mencakup sebagian wilayah utara Amerika Serikat, mayoritas Kanada, Eropa, dan Afrika bagian barat laut. Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang bisa menyaksikan gerhana matahari total secara langsung.

Meskipun demikian, masyarakat Indonesia dapat mengikuti seluruh proses gerhana melalui siaran langsung yang akan diselenggarakan oleh sejumlah lembaga antariksa internasional terkemuka, seperti Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta Badan Antariksa Eropa (ESA). Gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026 ini menandai gerhana matahari total pertama yang dapat disaksikan dari daratan Spanyol sejak tahun 1905. Fenomena ini juga merupakan yang pertama dari rangkaian tiga gerhana matahari yang akan melintasi Spanyol hingga tahun 2028.

Direktur Sains ESA Carole Mundell, dikutip dari CNN, menyatakan bahwa gerhana matahari total merupakan momen langka yang memungkinkan jutaan orang untuk bersama-sama menyaksikan dan merasakan keajaiban serta rasa ingin tahu. Ia menambahkan bahwa momen ini menghubungkan manusia dengan alam semesta dan mengingatkan akan kekuatan eksplorasi serta pemahaman.

Menurut informasi dari NASA, gerhana matahari total berikutnya direncanakan akan melintasi Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, dan Yaman pada 2 Agustus 2027. NASA akan menyiarkan gerhana matahari total secara langsung mulai Rabu, 12 Agustus, pukul 13.15 EDT atau Kamis, 13 Agustus, pukul 00.15 WIB melalui situs resmi mereka di https://www.nasa.gov/live. ESA juga akan menyiarkan fenomena ini secara langsung mulai Kamis, 13 Agustus, pukul 00.15 WIB melalui laman https://watch.esa.int/ dan juga dapat diakses melalui kanal YouTube resmi mereka.

Siaran langsung dari ESA akan dipandu oleh ilmuwan antariksa dan komunikator sains Maggie Aderin, yang disiarkan dari Observatorio Astrofísico de Javalambre di Teruel, Spanyol. Puncak siaran akan terjadi saat fase totalitas berlangsung pada pukul 20.31 CEST atau Kamis, 13 Agustus, pukul 01.31 WIB. Fase totalitas di Javalambre diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih 1 menit 21 detik, yaitu ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari sehingga menciptakan kegelapan sementara di area tersebut. Siaran ESA akan menampilkan pemandangan gerhana melalui teleskop serta rekaman dari drone.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.