bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 16:34 WIB

BMKG Jelaskan Faktor Penyebab Banjir Surabaya Saat Musim Kemarau

Redaksi 23 Juni 2026 11 views
BMKG Jelaskan Faktor Penyebab Banjir Surabaya Saat Musim Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya banjir di Surabaya pada Senin (22/6) dan Selasa (23/6), meskipun wilayah Jawa Timur sedang dilanda musim kemarau.

Menurut Prakirawan BMKG Juanda, Bhilda Maulida, kondisi kemarau tidak sepenuhnya menghilangkan potensi hujan. Ia mengungkapkan bahwa suhu air laut di sekitar Selat Madura yang lebih hangat dari biasanya menjadi pemicu utama meningkatnya kelembapan atmosfer, yang kemudian menyebabkan hujan lebat di Surabaya.

Bhilda menjelaskan, "Hujan lebat yang terjadi di area Surabaya pagi ini, terpantau akibat suhu muka air laut di sekitar Selat Madura yang cukup hangat, sehingga kondisi atmosfer menjadi cukup lembap."

Selain itu, BMKG Juanda juga mengidentifikasi pola pergerakan angin di atas Surabaya sebagai faktor pendukung. Ditemukan adanya pola konvergensi, yaitu pertemuan arah angin dari berbagai penjuru yang disertai dengan perlambatan kecepatan angin. Kombinasi kedua faktor ini diyakini mempercepat pertumbuhan awan hujan.

BMKG Juanda memperkirakan bahwa curah hujan dengan intensitas yang berangsur menurun masih akan terjadi di beberapa wilayah Surabaya dalam beberapa hari ke depan.

Banjir pertama terjadi pada Senin (22/6) subuh, menyebabkan genangan di 17 lokasi dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter di kawasan Stikosa AWS, Nginden Jangkungan, Sukolilo. Penanganan banjir ini sempat terhambat oleh pasang air laut yang memengaruhi proses pemompaan.

Pada Selasa (23/6) dini hari, hujan kembali mengguyur dan merendam 16 titik dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Titik terparah dilaporkan berada di Jalan Simo Kalangan, Sukomanunggal, dengan genangan tersebar di sepuluh kecamatan, termasuk di sekitar fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menyatakan bahwa dari 16 titik genangan yang tercatat, 12 lokasi telah surut, sementara 4 lokasi lainnya masih tergenang hingga laporan pukul 11.00 WIB, yaitu di Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga mengakibatkan empat pohon tumbang di beberapa lokasi di Surabaya. Linda Novanti menambahkan bahwa keempat kejadian pohon tumbang tersebut telah ditangani oleh petugas gabungan dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut, satu unit rumah di Jalan Kalijudan No. 80, Kecamatan Mulyorejo, mengalami kerusakan pada bagian atap. Linda melaporkan bahwa kejadian ini berdampak pada satu kepala keluarga yang terdiri dari lima jiwa, namun tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.