bytedaily
Rabu, 23 September 2026 - 17:01 WIB

BMKG Jelaskan Musim Hujan 2026/2027 Tertunda dan Durasinya Lebih Pendek

Redaksi 23 September 2026 3 views
BMKG Jelaskan Musim Hujan 2026/2027 Tertunda dan Durasinya Lebih Pendek
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa musim hujan tahun 2026/2027 akan datang lebih lambat dari rata‑rata klimatologis dan berlangsung lebih singkat. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang sedang berlangsung.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan pada konferensi pers daring ‘Prediksi Musim Hujan’ Selasa (22 September) bahwa gabungan El Nino dan IOD memperburuk serta memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga musim hujan masuk terlambat dan berkurang durasinya.

Faisal menambahkan bahwa pada akhir Agustus 2026 suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik tercatat anomali +2,83 °C, dengan indeks ENSO untuk periode Juli‑Agustus‑September (JAS) mencapai +2,63, menandakan El Nino sangat kuat.

Di Samudra Hindia, indeks IOD pada Agustus tercatat +0,376 dan berpotensi tetap berada pada fase positif hingga akhir tahun.

BMKG juga menjelaskan bahwa awal musim hujan tidak akan serentak di seluruh Indonesia. Sebagian besar wilayah diperkirakan akan memulai musim hujan pada bulan November atau Desember.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa 185 zona musim (ZOM) atau sekitar 24,66 % wilayah Indonesia diprediksi memulai musim hujan pada November, sementara 266 ZOM atau 17,31 % pada Desember. Jika dibandingkan dengan rata‑rata klimatologis, 529 ZOM atau 61,08 % luas daratan mengalami penundaan musim hujan.

Hanya 11 ZOM (1,12 %) yang diperkirakan mengalami musim hujan lebih awal, dan 26 ZOM (2,15 %) akan masuk musim hujan pada waktu yang sama dengan kondisi normal.

Ardhasena menegaskan bahwa meskipun diperkirakan lebih singkat, musim hujan 2026/2027 tetap berada pada kondisi normal di 510 ZOM (69,76 % luas daratan). Namun, 147 ZOM (18,55 %) diproyeksikan akan menerima curah hujan lebih tinggi, sedangkan 42 ZOM (11,69 %) diperkirakan akan mengalami curah hujan di bawah normal.

BMKG memperkirakan puncak curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari.

Menurut Ardhasena, dibandingkan dengan kondisi normal, durasi musim hujan 2026/2027 diprediksi lebih pendek di 482 ZOM (51,90 % luas daratan), lebih panjang di 60 ZOM (8,58 %), dan sama dengan normal di 40 ZOM (5,06 %).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.