bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 17:49 WIB

BMKG: Lima Daerah di NTB Siaga Kekeringan Meteorologis

Redaksi 22 Juni 2026 13 views
BMKG: Lima Daerah di NTB Siaga Kekeringan Meteorologis
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan lima wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam status siaga kekeringan meteorologis.

Menurut Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, kondisi ini disebabkan oleh fenomena hari tanpa hujan yang berlangsung dalam periode menengah hingga sangat panjang.

Daerah-daerah yang berstatus siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong (Lombok Barat), Kecamatan Jonggat (Lombok Tengah), Kecamatan Pringgabaya dan Suela (Lombok Timur), Kecamatan Hu'u dan Manggalewa (Dompu), serta Kecamatan Palibelo (Bima).

Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima, dengan durasi 35 hari berturut-turut.

Selain itu, beberapa kecamatan di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima juga masuk dalam kategori waspada kekeringan meteorologis.

Menyikapi kondisi ini, Suci mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air guna mengantisipasi potensi krisis air bersih.

BMKG memperkirakan peluang hujan pada periode 21-30 Juni 2026 relatif terbatas, dengan intensitas di bawah 20 milimeter per dasarian di sebagian Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman dengan tidak membakar sembarangan dan memastikan sumber api tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.

Pemantauan BMKG menunjukkan Indeks Osilasi Madden-Julian (IOD) berada dalam kategori negatif dengan indeks -0,49 dan berpotensi beralih ke positif pada Agustus hingga Desember 2026.

Sementara itu, anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 mengindikasikan fenomena El Niño dalam kategori moderat dengan indeks +1,40. El Niño diprediksi akan bertahan pada kategori moderat dengan peluang 100 persen dan berpotensi meningkat menjadi kuat (peluang 86 persen) hingga akhir tahun 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.