bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada Jumat (19/6), terdapat 13 wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat. Sebagian besar wilayah yang diprediksi diguyur hujan ini berada di Pulau Sumatra.
BMKG menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak akhir Mei 2026, dengan prediksi peningkatan area kemarau sepanjang Juni 2026 dan sifat hujan cenderung di bawah normal, hujan masih berpeluang terjadi. Hal ini disebabkan oleh dinamika atmosfer regional dan faktor lokal yang masih mendukung pembentukan awan hujan.
Kondisi kemarau ini didukung oleh indikator El Niño Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan fase hangat, dengan indeks Niño 3.4 sebesar +0,81 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -22,3. Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 8 hingga 1 diprediksi tidak dominan berpengaruh langsung terhadap Indonesia, namun berpotensi aktif secara spasial di beberapa wilayah seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara.
Pada periode ini, Gelombang Kelvin diperkirakan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi aktif di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara.
Adapun 13 wilayah yang berpotensi hujan pada Jumat (19/6) meliputi: Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Tengah.