bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada hari ini, Senin (29/6), sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan.
Menurut BMKG, pada periode Dasarian III Juni 2026, diperkirakan beberapa daerah di Indonesia akan menerima curah hujan dengan kategori rendah, yaitu di bawah 50 mm per dasarian. Kondisi ini mengindikasikan semakin meluasnya pola musim kemarau di Indonesia.
Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya hujan. BMKG menyatakan bahwa dalam sepekan ke depan, pantauan dinamika atmosfer, baik regional maupun lokal, menunjukkan aktivitas yang sangat mendukung pembentukan awan hujan di beberapa daerah.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap potensi hujan meliputi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi melintasi wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, bagian selatan Maluku, bagian timur Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, serta perairan Laut Banda dan Laut Arafuru.
Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya Gelombang Rossby Ekuator yang bergerak ke arah barat di wilayah Maluku bagian selatan. Bersamaan dengan itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga terpantau melintas secara signifikan di wilayah perairan selatan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprediksi akan terbentuk di Samudra Pasifik Utara Papua. Sistem ini berpotensi memicu terbentuknya pola perlambatan dan pertemuan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik, serta di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi.
Kondisi atmosfer lokal di beberapa wilayah juga menunjukkan tingkat labilitas yang mendukung proses konveksi, sehingga berpotensi memperkuat pertumbuhan awan konvektif.