bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan meteorologis yang diperkirakan terjadi pada periode 11-20 Agustus 2026.
Menurut BMKG, kekeringan dengan kategori Awas diprediksi akan melanda sejumlah kabupaten dan kota yang tersebar di delapan provinsi. Wilayah yang dimaksud meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peringatan kekeringan yang dikeluarkan BMKG dikategorikan berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas. Selain daerah yang diprediksi mengalami kekeringan kategori Awas, BMKG juga memetakan wilayah lain yang masuk kategori Waspada dan Siaga.
Untuk kategori Waspada, peringatan berlaku di beberapa daerah di Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Sementara itu, peringatan kategori Siaga mencakup beberapa wilayah di Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
Berdasarkan data pemantauan, sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) tengah memasuki musim kemarau. Dari total tersebut, BMKG memperkirakan 48,84 persen wilayah daratan Indonesia akan mencapai puncak musim kemarau pada bulan Agustus.
BMKG juga melaporkan bahwa indeks IOD dasarian pada awal Agustus 2026 tercatat sebesar +0,457. Di sisi lain, nilai SSTA di region Nino3,4 menunjukkan angka +2,77, yang mengindikasikan adanya fenomena El Nino dengan intensitas yang sangat kuat. Curah hujan pada periode yang sama didominasi oleh kriteria rendah, mencapai 90,79 persen, sementara curah hujan dengan kriteria tinggi hanya 0,93 persen dan menengah 8,28 persen. Sifat hujan pada awal Agustus 2026 sebagian besar berada di bawah normal, yakni 87,28 persen.
Untuk Dasarian II Agustus 2026, BMKG tidak memperkirakan adanya peringatan dini terkait curah hujan tinggi.