bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 07:55 WIB

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Meski Puncak Kemarau

Redaksi 24 Agustus 2026 2 views
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Meski Puncak Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan pada hari ini, Senin (24/8), meskipun sebagian besar daerah sedang memasuki puncak musim kemarau.

Menurut BMKG, kondisi atmosfer Indonesia secara umum masih didominasi oleh cuaca kering. Namun, dalam sepekan ke depan, potensi hujan tetap ada. Hal ini disebabkan oleh gangguan dan dinamika atmosfer, termasuk aktivitas gelombang atmosfer, yang meningkatkan suplai uap air dan memperlambat angin.

Beberapa fenomena atmosfer yang memicu potensi hujan antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diperkirakan aktif di sebagian besar Sumatra, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Natuna, Laut Cina Selatan, sebagian Kalimantan, hingga Pasifik barat. Selain itu, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga diprediksi aktif di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Kombinasi fenomena tersebut, menurut BMKG, dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan mendukung pembentukan awan hujan, terutama di wilayah yang dilaluinya. Potensi hujan semakin diperkuat oleh adanya pusat tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua, sirkulasi siklonik di Selat Makassar, serta terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi ini menyebabkan massa udara berkumpul dan terangkat, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.

BMKG menegaskan bahwa meskipun secara umum curah hujan diperkirakan rendah di sebagian besar Indonesia, hujan dengan intensitas bervariasi masih berpotensi terjadi secara lokal, terutama di wilayah yang terdampak oleh gangguan atmosfer tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.