bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 04:13 WIB

BMKG Ungkap Pemicu Fenomena Embun Beku di Dataran Tinggi Dieng

Redaksi 11 Juni 2026 9 views
BMKG Ungkap Pemicu Fenomena Embun Beku di Dataran Tinggi Dieng
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, fenomena embun beku atau embun upas kembali terlihat di kawasan Candi Arjuna, Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini muncul seiring dengan datangnya musim kemarau dan penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari.

Menurut Sekretaris Desa Dieng Kulon, Sabar Alfarisi, embun beku telah muncul kurang lebih selama tiga hari terakhir, terutama di sekitar Candi Arjuna dan area terbuka lainnya. Fenomena alam khas musim kemarau ini menarik perhatian wisatawan yang datang sejak dini hari untuk menyaksikan dan mengabadikan lapisan kristal es tipis yang terbentuk di permukaan rumput dan tanaman.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan bahwa kemunculan embun upas tahun ini dipicu oleh kondisi cuaca yang sangat kering. Data BMKG menunjukkan curah hujan di Dieng pada periode 6-9 Juni 2026 adalah nol milimeter, menandakan atmosfer yang kering dan langit cerah tanpa awan pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini menyebabkan pelepasan panas maksimal dari permukaan bumi ke atmosfer pada malam hari, sehingga pendinginan berlangsung cepat dan suhu permukaan tanah turun drastis.

Data mencatat suhu udara minimum di Dieng pada 9 Juni 2026 mencapai 1,05 derajat Celcius pada pukul 01.01 WIB, sementara suhu rumput atau permukaan tanah tercatat lebih rendah, yaitu 0,60 derajat Celcius pada pukul 08.30 WIB. Kondisi ini memungkinkan pembentukan lapisan kristal es tipis. Topografi Dieng yang berupa cekungan dan dikelilingi pegunungan juga memperkuat terbentuknya embun beku, karena udara dingin dari lereng pegunungan terperangkap di dasar lembah.

BMKG mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Dieng untuk mempersiapkan pakaian hangat dan mewaspadai potensi suhu dingin ekstrem yang diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada malam hingga pagi hari.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.