bytedaily - Menurut informasi dari autonews.com, persaingan di industri otomotif semakin memanas dengan munculnya sistem pengisian daya dua arah yang menarik perhatian produsen besar seperti BMW, Volkswagen (VW), dan BYD. Sistem ini memungkinkan kendaraan listrik tidak hanya menerima daya dari jaringan listrik, tetapi juga menyalurkan daya kembali ke jaringan atau ke peralatan lain. Perkembangan ini sejalan dengan upaya BMW untuk menyegarkan lini produknya, seperti yang terlihat pada desain ulang crossover X5 2027 yang dijadwalkan meluncur pada musim gugur. Sementara itu, eksekutif BYD menganggap pemangkasan pekerjaan yang diusulkan oleh VW sebagai 'sinyal peringatan' bagi industri Eropa. Situasi ini juga terjadi di tengah diskusi mengenai aturan konten otomotif yang lebih ketat dalam perundingan USMCA dan pergeseran preferensi konsumen dari layar sentuh ke kontrol kendaraan yang lebih tradisional. Para diler juga dihadapkan pada tantangan untuk tetap kompetitif di era persaingan dengan model penjualan langsung dari Carvana, pesaing, dan merek-merek asal Tiongkok.