bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, meskipun Mercedes-AMG GT dikenal mempopulerkan konsep mesin "hot vee" turbocharger, kehormatan sebagai mobil produksi pertama yang menggunakannya jatuh pada BMW X6 tahun 2008. Teknologi revolusioner ini kini semakin diadopsi oleh pabrikan mobil performa tinggi, termasuk Ferrari dalam lini 296 dan Lamborghini pada V8 Temerario.
Konfigurasi "hot vee" pada dasarnya membalik tata letak mesin V twin-turbo tradisional. Jika pada umumnya manifold intake berada di antara V mesin dan pipa knalpot berada di luar V, pada "hot vee" kedua turbocharger ditempatkan di dalam V, sementara manifold intake dialihkan ke bagian luar mesin. Perubahan ini menawarkan beberapa keuntungan, seperti efisiensi kemasan yang lebih baik, pengurangan jeda turbo (turbo lag), dan respons throttle yang lebih cepat.
Jalur gas buang yang lebih pendek memungkinkan turbo berputar lebih cepat. Penempatan turbo di sisi "panas" V juga memungkinkan manifold intake diposisikan untuk menyuplai udara masuk yang lebih dingin, sehingga meningkatkan performa mesin dan mengurangi risiko kerusakan akibat detonasi atau pra-ignisi. Selain itu, desain ini membuat mesin memakan ruang lebih sedikit dibandingkan tata letak twin-turbo konvensional, memungkinkan penempatan yang lebih efisien untuk optimasi distribusi bobot dan pengendalian, yang krusial untuk mobil performa tinggi.
Meski mesin N63 V8 4.4 liter twin-turbo yang debut pada E71 X6 tahun 2008 ini memiliki catatan masalah keandalan, performanya dinilai halus dan kuat. Mesin ini kemudian digunakan di berbagai model BMW lainnya dengan akhiran "50i", termasuk Seri 5, 6, 7, dan 8, serta SUV seperti X5, X6, dan X7. Tenaga dan torsi yang dihasilkan bervariasi antara 402 hingga 523 tenaga kuda dan 443 hingga 553 pound-feet, tergantung variannya.
Namun, teknologi "hot vee" ini juga membawa kompleksitas yang memengaruhi reputasi mesin, terutama dalam hal servis dan perbaikan. Forum penggemar menyarankan untuk berhati-hati terhadap model BMW N63 generasi awal. N63 asli dikenal memiliki masalah pada stem katup, kegagalan turbocharger, dan konsumsi oli tinggi. Meskipun BMW melakukan perbaikan pada versi selanjutnya, N63 secara umum tidak pernah menjadi tolok ukur keandalan dibandingkan kompetitornya, menurut BMWBlog. Versi mesin ini terus diperbarui, mulai dari N63TU, N63TU2, hingga N63TU3, dan versi terbaru juga ditemukan pada Range Rover.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.