bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 04:47 WIB

Bursa Shanghai Rancang Pasar Derivatif untuk Token AI, Menyusul Tren Perdagangan Komoditas Masa Depan

Redaksi 29 Mei 2026 18 views
Bursa Shanghai Rancang Pasar Derivatif untuk Token AI, Menyusul Tren Perdagangan Komoditas Masa Depan
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, bursa berjangka di Tiongkok, Shanghai Futures Exchange, tengah merancang pasar derivatif untuk token kecerdasan buatan (AI). Langkah ini sejalan dengan upaya bursa derivatif besar lainnya, seperti CME Group dan Intercontinental Exchange, yang telah menyatakan sedang mengembangkan kontrak berjangka untuk penyewaan unit pemrosesan grafis (GPU).

Pasar GPU, meskipun masih dalam tahap pengembangan, menunjukkan aktivitas yang kuat dengan harga sewa harian yang bervariasi. Data dari AI Mining Co. mencatat harga median untuk GPU Nvidia H100 berkisar antara $1,40 hingga $4,27 per jam di 13 marketplace, sementara H200 berada di kisaran $2,34 hingga $5 per jam di 10 marketplace. Dalam seminggu terakhir, harga rata-rata H100 berkisar antara $2,79 hingga $3,33.

Namun, infrastruktur di sekitar token AI, yang merupakan komponen dasar model AI kontemporer, masih kurang matang. Perusahaan AI besar seperti OpenAI menetapkan harga layanan mereka berdasarkan token, misalnya $5 per juta token input dan $30 per juta token output untuk model GPT-5.5. Penyedia layanan cloud seperti Amazon Bedrock juga mulai menawarkan penagihan per token.

Upaya ini terjadi di tengah pembangunan infrastruktur AI yang masif, dengan perusahaan penyedia layanan cloud, firma ekuitas swasta, dan pemain infrastruktur lainnya menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk pusat data. Munculnya perusahaan 'neocloud' global yang berspesialisasi pada inferensi atau bersaing dengan raksasa cloud seperti AWS dan Google Cloud juga turut meramaikan pasar ini.

Dengan menargetkan token AI, produk derivatif Shanghai Exchange akan terhubung dengan cara perusahaan AI menetapkan harga layanan mereka. Hal ini akan memberikan opsi bagi bisnis, investor, dan operator pusat data untuk melakukan lindung nilai terhadap biaya komputasi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.