bytedaily - Melansir laporan dari cleantechnica.com, BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka, berencana untuk menjual robot humanoid melalui jaringan dealer mobilnya. Langkah ini menandai perluasan bisnis BYD dari sekadar otomotif menjadi industri robotika.
Meskipun detail spesifik mengenai model robot humanoid yang akan dijual belum diungkapkan secara rinci, keputusan BYD untuk memanfaatkan infrastruktur dealer mobilnya menunjukkan strategi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal ini juga mengindikasikan potensi integrasi antara teknologi otomotif dan robotika di masa depan.
Selain itu, artikel sumber juga membahas tentang kebijakan garansi sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) BYD, yang disebut sebagai "God's Eye". BYD menyatakan akan bertanggung jawab atas segala kerusakan, termasuk cedera pribadi, yang timbul dari penggunaan sistem ADAS mereka. Namun, jaminan ini memiliki batasan, seperti hanya berlaku untuk fungsi "Urban Navigate on Autopilot" dalam satu tahun pertama pembelian atau pembaruan sistem, serta hanya berlaku di Tiongkok dan saat pengguna mematuhi peraturan yang berlaku. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah maju dalam membangun kepercayaan terhadap teknologi kendaraan otonom, berbeda dengan pendekatan produsen lain yang cenderung menghindari tanggung jawab.