bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 16:32 WIB

Cara Memperbaiki Retakan Beton di Rumah ala DIY

Redaksi 02 Juni 2026 11 views
Cara Memperbaiki Retakan Beton di Rumah ala DIY
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Retakan pada jalan masuk atau trotoar beton adalah masalah umum yang tidak perlu membuat panik. Menurut laporan jalopnik.com, keretakan halus (hairline cracking) adalah hal normal seiring proses pengendapan dan pergeseran beton. Retakan yang lebarnya kurang dari 1/8 inci dapat dibiarkan, namun tetap perlu dipantau perkembangannya. Sebagai alternatif pengukuran, Anda bisa menempatkan dua koin dengan sisi kepala saling berhadapan di atas retakan. Jika retakan lebih sempit dari lebar gabungan kedua koin, maka aman. Jika lebih lebar, saatnya untuk melakukan penyegelan.

Proses perbaikan retakan umumnya sama untuk retakan kecil (1/8 hingga 1/4 inci) maupun yang sedikit lebih besar (1/4 hingga 1/2 inci). Langkah awal adalah pembersihan menyeluruh, diikuti dengan pengisian retakan yang cermat, dan kemudian menunggu hingga kering. Perbedaan utama terletak pada jenis bahan pengisi yang digunakan. Untuk retakan yang lebih kecil, cukup disegel agar tidak membesar. Sementara untuk retakan yang lebih besar, diperlukan senyawa tambal beton (cement patching compound) yang prosesnya tidak serumit kedengarannya dan bisa dilakukan sendiri.

Namun, jika retakan memiliki lebar 1/2 inci atau lebih, atau jika salah satu sisi retakan lebih tinggi dari sisi lainnya, disarankan untuk mencari bantuan profesional. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya masalah struktural yang sebaiknya ditangani oleh ahli. Pada titik tertentu, penggantian beton mungkin menjadi solusi yang lebih tepat daripada perbaikan.

Secara teknis, retakan yang lebarnya kurang dari 1/4 inci lebih merupakan proses penyegelan daripada perbaikan beton. Meskipun tidak menimbulkan masalah besar pada ukuran tersebut, penting untuk mencegah masuknya kotoran, air, serangga, atau daun yang dapat memperlebar retakan. Tujuannya adalah mencegah retakan menjadi masalah struktural, bukan sekadar kosmetik.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan area retakan dan sekitarnya. Gunakan sikat kawat atau penyedot debu (shop vacuum) untuk menghilangkan serpihan yang mungkin ada di dalam retakan. Singkirkan juga sisa tambalan beton lama dan cabut gulma. Setelah itu, Anda bisa mulai mengaplikasikan bahan pengisi.

Penting untuk diingat bahwa beton dapat bergerak, terutama pada suhu ekstrem. Cuaca dingin dapat mengurangi kekuatan strukturalnya, sementara cuaca panas dapat menyebabkannya melengkung. Oleh karena itu, pilihlah bahan pengisi yang fleksibel agar tetap menempel pada beton terlepas dari kondisi cuaca. Pastikan juga bahan pengisi bersifat tahan air untuk mencegah rembesan air ke dalam retakan. Aplikasikan bahan pengisi menggunakan pistol dempul (caulk gun), lalu ratakan menggunakan sendok semen (trowel) atau pisau dempul (putty knife). Setelah selesai, tutupi area yang diisi dan jaga agar tetap kering selama 24 jam berikutnya.

Untuk retakan yang lebarnya lebih dari 1/4 inci, ini sudah masuk kategori perbaikan minor. Sama seperti sebelumnya, mulailah dengan membersihkan retakan dan area sekitarnya. Gunakan pahat untuk melebarkan bagian dasar retakan agar lebih lebar dari bukaan atasnya; Anda mungkin perlu memiringkan pahat saat melakukannya. Pastikan untuk menghilangkan semua kotoran dan air dari dalam dan sekitar retakan menggunakan sikat, penyedot debu basah/kering, peniup daun, atau kombinasi alat-alat tersebut.

Untuk retakan yang lebih besar, gunakan senyawa tambal beton. Anda dapat membeli senyawa yang sudah siap pakai atau mencampurnya sendiri dengan menuangkan senyawa ke dalam ember, lalu menambahkan air sesuai takaran yang tertera pada kemasan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.