bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 17:03 WIB

China Berencana Gunakan Robot di Tambang Batu Bara untuk Minimalkan Risiko

Redaksi 14 Agustus 2026 6 views
China Berencana Gunakan Robot di Tambang Batu Bara untuk Minimalkan Risiko
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, China berencana mengimplementasikan penggunaan robot di area tambang batu bara yang memiliki tingkat risiko tinggi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perluasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan robotika dalam operasional pertambangan.

Rencana ini tercantum dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) yang diumumkan oleh Badan Perencana Ekonomi Utama dan Regulator Energi China. Melalui inisiatif AI Plus di industri batu bara, China akan mengintegrasikan data berbasis AI dan memperluas aplikasinya pada berbagai tahapan, mulai dari eksplorasi, desain, konstruksi, produksi, pemeliharaan, hingga manajemen keselamatan kerja.

Menurut informasi dari Global Times, rencana tersebut juga menekankan pengembangan model bahasa besar (LLM) khusus untuk sektor batu bara. Fokus inovasi meliputi penginderaan cerdas, pengambilan keputusan mandiri, dan kendali cerdas. Selain itu, akan dibangun sejumlah tambang percontohan untuk penerapan AI terpadu guna meningkatkan keselamatan kerja, terutama di tambang yang rawan bencana atau pernah mengalami kecelakaan.

Langkah ini didorong oleh kebutuhan untuk menggantikan pekerja manusia di pos-pos kerja yang berbahaya dengan robot. Para pengamat industri menilai hal ini menandakan pergeseran dari proyek percontohan menuju penerapan otomatisasi skala besar di tambang batu bara China. Robot diprioritaskan untuk tugas berisiko tinggi seperti pembuatan terowongan, inspeksi, penyelamatan, penyangga atap tambang, dan peledakan.

Lin Boqiang, Direktur Pusat Penelitian Ekonomi Energi Cina di Universitas Xiamen, menyatakan bahwa peralatan berbasis AI dapat meningkatkan kemampuan peringatan dini dan tanggap darurat secara signifikan. Hal ini akan memfasilitasi transisi operasional tambang menuju minim atau bahkan tanpa pekerja, sehingga mengurangi risiko bahaya. Lin menambahkan bahwa robot sangat cocok untuk tugas berbahaya seperti patroli sumur tambang, deteksi kebocoran gas, dan pengangkatan beban berat.

Beberapa perusahaan teknologi China telah aktif mengembangkan robot tambang. DEEP Robotics, misalnya, telah berfokus pada penggunaan robot berkaki empat untuk inspeksi dan penyelamatan darurat di tambang. Pada Mei lalu, perusahaan ini bersama lembaga lain menggelar simulasi pemeriksaan lokasi dan penyelamatan di terowongan tambang Changshan menggunakan robot Lynx M20 yang terintegrasi dengan LLM dan berbagai perangkat pendukung.

Sementara itu, Lingbao CASBOT mendirikan perusahaan patungan yang berdedikasi pada penelitian dan penerapan robot pintar untuk penambangan bawah tanah, termasuk dalam proses krusial seperti pengeboran batu.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.