bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Claude, sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Anthropic, kini menjadi sorotan karena kemampuannya yang dinilai melampaui rekan-rekannya seperti ChatGPT dan Gemini. Dalam setahun terakhir, Anthropic telah mengembangkan Claude dari sekadar alat percakapan menjadi platform kerja berbasis AI yang kuat.
Menurut Tom's Guide, Claude telah bertransformasi menjadi penunjang produktivitas yang signifikan. Meskipun awalnya beberapa pengguna merasa fiturnya kompleks, potensi sesungguhnya baru terlihat ketika digunakan lebih dari sekadar platform tanya jawab.
Salah satu fitur unggulan Claude adalah Artifacts, yang mampu menampilkan hasil kerja kompleks seperti dokumen, cuplikan kode, diagram, atau desain visual dalam panel terpisah. Fitur ini sangat berguna untuk berbagai keperluan, mulai dari pembuatan portofolio web, game edukasi anak, pelacak anggaran keluarga, hingga alat produktivitas, dengan kemampuan pratinjau langsung yang mengubah alur kerja.
Claude juga memiliki kemampuan menjelajahi web untuk mencari informasi terkini. Hal ini memungkinkannya menyajikan berita terbaru, membandingkan produk baru, atau memverifikasi pengumuman resmi. Kemampuan ini sangat membantu dalam pemeriksaan fakta atau pencarian sumber rujukan, memastikan jawaban AI relevan dengan kondisi saat ini.
Bagi pengguna paket berbayar, Claude menyediakan Research mode khusus. Fitur ini tidak hanya menampilkan hasil pencarian, tetapi juga menganalisis pertanyaan selama beberapa menit, melakukan beberapa pencarian berkelanjutan, mengeksplorasi berbagai sudut pandang, dan menyusun temuan dalam laporan komprehensif yang mencantumkan kutipan sumber valid.
Melalui integrasi yang disebut Connectors, Claude dapat berinteraksi langsung dengan platform eksternal seperti Google Drive, Google Calendar, Slack, dan aplikasi pihak ketiga lainnya. Integrasi ini memungkinkan Claude mengakses data asli pengguna tanpa perlu menyalin dan menempel secara manual, sehingga dalam satu sesi percakapan, pengguna dapat meminta Claude mencari dokumen, memeriksa jadwal, atau mengambil konteks dari alat kerja lain.
Context window Claude memiliki kapasitas hingga satu juta token, yang setara dengan sekitar 750 ribu kata. Kapasitas besar ini mampu menampung seluruh isi novel, rangkaian kode pemrograman utuh, atau ratusan halaman dokumen penelitian. Keunggulan ini sangat praktis bagi para peneliti, profesional hukum, atau siapa saja yang bekerja dengan dokumen panjang, memungkinkan mereka mengajukan pertanyaan spesifik dari dokumen setebal 300 halaman tanpa perlu memecahnya per bab.
Selain itu, Claude juga dilengkapi dengan fitur Claude Code, yang memperkuat kemampuannya sebagai asisten pemrograman.