bytedaily - Menurut informasi dari cnnindonesia.com, sebuah tren teknologi bernama 'cyberdeck' kini mulai diminati oleh generasi muda, khususnya Gen Z. Cyberdeck merupakan komputer portabel yang dirakit sendiri oleh penggunanya, seringkali dengan memanfaatkan komponen yang tersedia secara beragam. Tren ini memadukan estetika retro-futuristik dengan fungsi yang praktis.
Komponen utama cyberdeck umumnya terdiri dari sistem komputer papan tunggal seperti Raspberry Pi, yang kemudian dipasangkan dengan layar kecil, keyboard, dan casing yang dibuat khusus. Berbeda dengan laptop pada umumnya, cyberdeck seringkali dirakit menggunakan barang bekas atau material yang dialihfungsikan, menghasilkan setiap perangkat memiliki tampilan dan fungsi yang unik, mencerminkan kreativitas pembuatnya.
Filosofi di balik perakitan cyberdeck menekankan aspek personal dan menolak komersialisasi, menawarkan alternatif di tengah gempuran perangkat buatan pabrik yang dianggap monoton. Seorang kreator TikTok, ubeboobey, menjelaskan bahwa cyberdeck dirancang agar 'unik bagi pemiliknya' dan memenuhi 'kebutuhan personal', dengan prioritas pada kreativitas dibandingkan produksi massal.
Konsep cyberdeck terinspirasi dari fiksi ilmiah cyberpunk, seperti novel Neuromancer karya William Gibson. Namun, gerakan perakitan modern saat ini lebih mengusung semangat do it yourself (DIY), serupa dengan komunitas modifikasi komputer di masa awal perkembangannya. Sifatnya yang modular memungkinkan setiap komponen untuk ditukar, dimodifikasi, atau didesain ulang sesuai keinginan pengguna, berbeda dengan laptop komersial yang cenderung tertutup.
Fleksibilitas ini menarik minat anak muda untuk bereksperimen dengan perangkat keras maupun lunak tanpa batasan dari produsen. Di TikTok, berbagai fungsi unik cyberdeck dibagikan, mulai dari konsol game retro, server pribadi untuk hosting website atau penyimpanan data, hingga perangkat untuk latihan coding atau sebagai alat off-grid yang berisi buku digital, musik, dan panduan darurat.
Komunitas keamanan siber dan hobi teknologi juga turut tertarik. Unggahan blog dari Eclypsium menyoroti potensi cyberdeck sebagai alat peretasan portabel atau platform uji coba yang fleksibel, tanpa risiko terhadap komputer utama. Hal ini didorong oleh keterbatasan laptop konvensional yang terkadang kurang praktis untuk dibawa bepergian dan dimodifikasi dengan alat khusus.
Meskipun demikian, lonjakan minat terhadap cyberdeck saat ini dinilai lebih berakar pada aspek kreativitas dan ekspresi diri, di mana perangkat tersebut mencerminkan kepribadian, kebutuhan, dan sumber daya yang dimiliki oleh pembuatnya, daripada sekadar fungsi semata. Fenomena ini disambut baik oleh warganet yang menginginkan teknologi modular daripada produk yang seragam.