bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 02:13 WIB

NASA Siapkan Pangkalan Permanen di Bulan, Anggaran Capai Rp538 Triliun

Redaksi 02 Juli 2026 4 views
NASA Siapkan Pangkalan Permanen di Bulan, Anggaran Capai Rp538 Triliun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memiliki rencana ambisius untuk mendirikan pangkalan permanen di Bulan. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar US$30 miliar atau setara dengan Rp538 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Amerika Serikat untuk memperkuat posisinya di luar angkasa di tengah meningkatnya persaingan global, terutama dari China.

Sebagai tahap awal, NASA telah mengumumkan pemberian kontrak senilai kurang lebih US$590 juta kepada tiga perusahaan: Astrobotic, Firefly, dan Intuitive Machines. Kontrak ini mencakup empat misi pengiriman instrumen ilmiah dan kargo ke permukaan Bulan. Astrobotic menjadi satu-satunya perusahaan yang menerima dua kontrak dalam program ini.

Keempat misi tersebut merupakan bagian dari 'Fase 1' dari rencana pembangunan permukiman Bulan yang ditargetkan selesai pada tahun 2028 dengan perkiraan biaya US$10 miliar. Fase ini bertujuan untuk mempersiapkan tempat tinggal dan kerja bagi para astronaut di Bulan. Selanjutnya, fase 2 dan 3 yang melibatkan pembangunan habitat bertekanan dan instalasi generator listrik direncanakan berlanjut pada dekade 2030-an, dengan harapan astronaut dapat menghuni permukiman yang bersifat 'semi-permanen'.

Dalam rangka mendukung ambisi program Moon Base, NASA juga mempertimbangkan untuk mengadaptasi rover Mars bernama Promise agar dapat digunakan di Bulan. Kehadiran infrastruktur robotik yang beragam ini dinilai penting sebelum kedatangan manusia.

Namun, rencana besar NASA ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala muncul dari Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos, yang mengalami kemunduran akibat ledakan roket New Glenn pada Mei lalu, yang menghancurkan fasilitas penting. Insiden ini berpotensi menunda peluncuran wahana antariksa Blue Moon milik Blue Origin yang dijadwalkan menuju kutub selatan Bulan akhir tahun ini. Carlos García-Galán, seorang eksekutif program Moon Base NASA, menyatakan bahwa Blue Moon mungkin akan diluncurkan menggunakan roket lain jika diperlukan.

Kutub selatan Bulan menjadi area prioritas karena diduga memiliki cadangan es air yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar roket maupun air minum. Di antara mitra NASA, Firefly tercatat sebagai satu-satunya perusahaan yang berhasil melakukan pendaratan penuh di Bulan dengan wahana Blue Ghost di dekat ekuator tahun lalu. Sementara itu, Intuitive Machines telah dua kali berhasil menempatkan lander di dekat kutub selatan Bulan, meskipun keduanya mengalami masalah saat pendaratan.

García-Galán menekankan bahwa investasi dalam peningkatan kapasitas fasilitas dan jaringan rantai pasok merupakan sinyal komitmen jangka panjang NASA dalam membangun pangkalan di Bulan. Misi Moon Base ini merupakan bagian integral dari program Artemis, yang sejak awal telah menghabiskan sekitar US$100 miliar dan baru saja berhasil melakukan penerbangan berawak melampaui Bulan pada April lalu. Pendanaan program ini sebagian berasal dari RUU 'Big Beautiful Bill' pemerintahan Trump yang mengalokasikan US$10 miliar untuk NASA selama enam tahun. Sebagian dana yang awalnya dialokasikan untuk stasiun luar angkasa lunar Gateway sebesar US$2,6 miliar dialihkan untuk infrastruktur di permukaan Bulan setelah NASA menghentikan proyek Gateway pada Maret lalu.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.