bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 11:12 WIB

Dominasi Pemain Kelahiran Luar Negeri dalam Skuad Maroko di Piala Dunia 2026

Redaksi 30 Juni 2026 13 views
Dominasi Pemain Kelahiran Luar Negeri dalam Skuad Maroko di Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Tim Nasional Maroko menampilkan komposisi pemain yang didominasi oleh individu kelahiran di luar negeri untuk ajang Piala Dunia 2026. Sebagian besar pemain ini lahir di negara-negara Eropa seperti Belanda, Prancis, dan Spanyol.

Perkembangan ini terlihat dalam pertandingan Piala Dunia 2026, di mana isu kewarganegaraan pemain Maroko menjadi sorotan. Tercatat, ada beberapa pemain Maroko yang lahir di Belanda, yaitu Sofyan Amrabat, Noussair Mazraoui, dan Anass Salah-Eddine.

Selain itu, skuad Maroko juga diperkuat oleh enam pemain yang lahir di Spanyol, termasuk nama-nama seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Ismael Saibari, dan Chadi Riad. Dari Prancis, terdapat enam pemain yang berasal dari negara tersebut, di antaranya Issa Diop, Ayyoub Bouaddi, dan Gessime Yassine.

Tiga pemain lainnya lahir di Belgia, yakni Bilal El Khannouss, Chemsdine Talbi, dan Zakaria El Ouahdi. Satu-satunya pemain kelahiran luar negeri non-Eropa dalam tim ini adalah kiper Yassine Bounou yang berasal dari Kanada.

Dalam pertandingan fase grup melawan Brasil, Maroko mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang seluruh pemain intinya lahir di luar negeri. Fenomena melimpahnya pemain kelahiran luar negeri ini merupakan dampak dari migrasi warga Maroko ke Eropa yang dimulai sejak tahun 1960-an. Negara-negara seperti Prancis, Belgia, dan Belanda menjadi tujuan utama karena kebutuhan tenaga kerja pasca-perang, sementara Spanyol menarik perhatian karena kedekatan geografis dan pertumbuhan ekonominya.

Banyak keturunan Maroko yang kini berada di generasi kedua atau ketiga di Eropa, yang tetap mempertahankan identitas dan budaya leluhur mereka, serta memiliki kewarganegaraan ganda. Hal ini memungkinkan Federasi Sepak Bola Maroko untuk merekrut pemain-pemain diaspora dan mengidentifikasi talenta dengan kewarganegaraan ganda.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.