bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Dorong Lansia Tetap Produktif, Kemendukbangga Siapkan Ekosistem Ramah Lansia

Redaksi 17 Agustus 2026 3 views
Dorong Lansia Tetap Produktif, Kemendukbangga Siapkan Ekosistem Ramah Lansia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Pendudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mendorong perubahan paradigma dalam menghadapi fenomena populasi Indonesia yang semakin menua atau aging population. Pemerintah berupaya agar kelompok lanjut usia (lansia) tidak hanya dipandang sebagai penerima bantuan, melainkan tetap menjadi subjek pembangunan yang aktif, sehat, mandiri, dan berkontribusi.

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, menjelaskan bahwa perubahan struktur demografi ini menuntut adanya kebijakan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan. Pengalaman dan kontribusi lansia dinilai masih dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, pembangunan keluarga dan masyarakat perlu menyediakan lingkungan yang memungkinkan lansia untuk terus beraktivitas dan berkontribusi sesuai kemampuan.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah pelibatan puluhan lansia sebagai tamu kehormatan dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, pada Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program SIDAYA (Lansia Berdaya) yang bertujuan mendorong lansia agar tetap aktif dan berdaya di tengah masyarakat.

Budi menambahkan, pelibatan lansia dalam momen kemerdekaan ini memiliki makna strategis, yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada generasi yang telah banyak berkontribusi bagi bangsa dan negara. Kehadiran para sesepuh bangsa dalam upacara tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan historis antargenerasi untuk mentransmisikan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme kepada generasi muda.

Program SIDAYA sendiri diarahkan untuk memastikan lansia tetap sehat, mandiri, dan berdaya, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan keluarga maupun pemerintah. Perubahan paradigma ini juga berkaitan dengan kesiapan Indonesia menghadapi dampak ekonomi dari peningkatan jumlah penduduk lansia. Kebutuhan akan layanan kesehatan, produk, jasa, ruang aktivitas, hingga kesempatan kerja dan usaha bagi lansia berpotensi membentuk ekonomi baru yang dikenal sebagai 'silver economy'.

Oleh karena itu, pembangunan ekosistem yang ramah lansia perlu melibatkan partisipasi dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Lingkungan yang mendukung aktivitas lansia menjadi faktor penting agar peningkatan usia harapan hidup dapat dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup. Dalam pelaksanaan upacara, Kemendukbangga/BKKBN telah menyiapkan fasilitas ramah lansia, termasuk area teduh, tempat duduk, pendamping khusus, fasilitas medis darurat, dan ambulans, guna mendukung keterlibatan lansia dalam aktivitas sosial secara aman dan nyaman.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.