bytedaily - PT TransJakarta tengah mengkaji secara mendalam potensi elektrifikasi armada Mikrotrans, angkutan umum perkotaan berkapasitas kecil, sebagai bagian dari upaya modernisasi transportasi publik di Ibu Kota. Kajian ini dilakukan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memastikan kelayakan teknis dan operasional sebelum implementasi skala penuh.
Gatot Indra Koswara, Spesialis Utama Transformasi dan Manajemen Perubahan TransJakarta, mengungkapkan bahwa tantangan utama elektrifikasi Mikrotrans terletak pada keterbatasan kapasitas baterai dan jangkauan operasional harian dibandingkan dengan bus listrik berukuran besar. Berbeda dengan bus besar yang sudah terbukti performanya selama empat tahun implementasi, bus kecil membutuhkan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan layanan yang dinamis. TransJakarta sedang mengevaluasi apakah elektrifikasi akan dilakukan secara bertahap melalui proyek percontohan atau langsung diterapkan pada seluruh armada.
Selain aspek kendaraan, kesiapan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di terminal-terminal menjadi faktor krusial. Target Pemprov DKI Jakarta untuk 10.000 unit bus listrik pada 2030 terus dikejar, di mana hingga kini sekitar 500 unit telah beroperasi. Peremajaan lebih dari 1.000 unit armada, termasuk 972 unit Mikrotrans yang akan memasuki batas usia operasional, menjadi momentum penting untuk mendorong transisi menuju armada yang lebih ramah lingkungan dan efisien.