bytedaily
Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Kepulangan Persija dari Samarinda

Redaksi 06 September 2026 9 views
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Kepulangan Persija dari Samarinda
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kepulangan tim Persija Jakarta dari Samarinda pasca melakoni pertandingan Super League 2026/2027 mengalami penyesuaian rute akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, Persija berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (5/9), berkat gol tunggal dari striker baru, Alexander Jeremejeff. Tim asuhan Shin Tae Yong ini dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Minggu (6/9).

Namun, jadwal penerbangan Persija ke ibu kota terganggu karena erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada penutupan sementara dua bandara di Jakarta, yaitu Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma.

Mengingat jadwal pertandingan berikutnya melawan Persib Bandung pada Sabtu (12/9) yang sudah menanti, Persija memutuskan untuk tetap kembali ke Jakarta dengan mengubah rute perjalanan. Sesuai pernyataan Persija, rute yang semula Samarinda-Jakarta diubah menjadi Samarinda-Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta.

Para pemain Persija, termasuk Rizky Ridho, harus menempuh perjalanan darat dari Samarinda menuju Balikpapan, kemudian melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta, dan terakhir menempuh perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya juga menghadapi kendala serupa saat hendak pulang dari Lampung usai bertanding melawan Bhayangkara FC. Bandara Radin Inten II sempat ditutup sementara akibat dampak erupsi. Sebagai alternatif, skuad Persebaya menggunakan jalur darat untuk kembali ke Surabaya, termasuk menyeberangi laut menggunakan kapal dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.