bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Ferrari meluncurkan mobil listrik pertamanya yang diberi nama Luce, yang dirancang oleh Jony Ive dan perusahaannya, LoveFrom. Kendaraan lima kursi ini dikabarkan memiliki tenaga 1.000 tenaga kuda dan akselerasi 0-60 mil per jam dalam waktu sedikit di atas dua detik. Namun, desain Luce yang berbentuk baji dan menyerupai Nissan telah memicu reaksi negatif luas di media sosial dan pasar, bahkan menyebabkan penurunan harga saham perusahaan.
Pertanyaan utama yang muncul di tengah kontroversi ini adalah siapa sebenarnya target pasar mobil listrik seharga sekitar $650.000 ini. Mobil ini tampaknya tidak ditujukan untuk konsumen umum atau bahkan sebagian besar pemilik Ferrari yang ada, mengingat desainnya yang sangat berbeda dari ciri khas Ferrari sebelumnya. Ada kemungkinan mobil ini ditujukan untuk desainer otomotif lain yang mungkin terinspirasi oleh elemen interiornya.
Selain itu, Luce bisa jadi merupakan langkah Ferrari untuk mematuhi regulasi Uni Eropa yang akan membatasi penjualan mobil bermesin pembakaran internal pada tahun 2035. Jony Ive sendiri dilaporkan membandingkan tantangan transisi Ferrari ke mobil listrik dengan adaptasi Patek Philippe saat beralih dari jam mekanik ke jam kuarsa.
Meskipun demikian, sulit untuk percaya bahwa Luce murni merupakan mobil kepatuhan. Ferrari mengharapkan Luce akan menguntungkan sejak awal peluncurannya. Chief Marketing and Commercial Officer Ferrari bahkan menyatakan kepada Financial Times bahwa perusahaan memang menginginkan Luce menjadi 'polarisasi'.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.