bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa fitur kecerdasan buatan (AI) kini mulai menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan konsumen sebelum memutuskan untuk membeli ponsel pintar (HP) baru. Tren ini sejalan dengan upaya berbagai produsen yang gencar mempromosikan kemampuan fitur AI dalam produk mereka selama beberapa tahun terakhir.
Riset yang dilakukan oleh IndSight menunjukkan bahwa fitur AI semakin diminati oleh para pengguna HP. Sekitar 31 persen dari total percakapan mengenai HP masa depan berfokus pada topik AI, dan 19 persen konsumen bahkan menganggap fitur AI sebagai kebutuhan esensial yang harus ada pada smartphone.
Di antara berbagai jenis fitur AI yang tersedia, kamera yang didukung teknologi AI menjadi fitur yang paling sering dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari, dengan persentase mencapai 71 persen. IndSight menyatakan bahwa pergeseran ini menandakan konsumen kini lebih fokus pada manfaat praktis dari suatu teknologi, bukan sekadar kecanggihan fitur semata. Penilaian terhadap smartphone didasarkan pada seberapa relevan teknologi yang ditawarkan dengan kebutuhan sehari-hari.
Lebih lanjut, hasil riset IndSight juga mengindikasikan adanya pergeseran minat yang signifikan di kalangan konsumen smartphone. Konsumen kini lebih tertarik pada pengalaman yang ditawarkan oleh AI dibandingkan hanya dengan spesifikasi perangkat kerasnya. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, urutan faktor-faktor yang paling menarik perhatian konsumen mengalami perubahan drastis. Riset IndSight memaparkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2026, fitur AI menduduki posisi teratas sebagai daya tarik utama dengan perolehan 26 persen, meningkat dari 17 persen pada kuartal pertama tahun 2025. Sementara itu, dominasi kamera yang sebelumnya berada di posisi teratas (29 persen) pada kuartal kedua tahun 2025, kini harus mengakui keunggulan AI. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertimbangan konsumen terkait spesifikasi kamera hanya mencapai 21 persen.
Riset ini juga menemukan bahwa proses pengambilan keputusan konsumen sebelum membeli smartphone menjadi lebih panjang. Hal ini berarti konsumen mempertimbangkan lebih banyak aspek sebelum akhirnya melakukan pembelian. Menurut IndSight, porsi fase 'Research & Review' meningkat dari 22 persen menjadi 27 persen, sementara fase 'Comparison' naik dari 15 persen menjadi 22 persen. Dalam tahapan ini, kreator konten semakin memegang peranan penting sebagai sumber validasi. Konsumen tidak hanya mencari informasi mengenai produk, tetapi juga ulasan, perbandingan, dan pengalaman penggunaan sebelum menentukan pilihan. IndSight menyimpulkan bahwa kondisi ini menuntut merek untuk tidak hanya berhasil menciptakan kesadaran (awareness), tetapi juga membangun kepercayaan melalui penyampaian informasi yang relevan, pengalaman penggunaan yang otentik, serta komunikasi yang konsisten sepanjang perjalanan konsumen.