bytedaily
Sabtu, 18 April 2026 - 00:38 WIB

G20 AS 2026: BI Serukan Tiga Pilar Kebijakan Atasi Ketidakseimbangan Global

Redaksi 17 April 2026 3 views
G20 AS 2026: BI Serukan Tiga Pilar Kebijakan Atasi Ketidakseimbangan Global
Ilustrasi: G20 AS 2026: BI Serukan Tiga Pilar Kebijakan Atasi Ketidakseimbangan Global

bytedaily - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada Jumat (17/4/2026) menekankan tiga respons kebijakan krusial yang harus diadopsi dalam forum G20 di bawah Presidensi Amerika Serikat (AS) tahun ini. Tiga pilar tersebut meliputi penguatan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, akselerasi reformasi struktural, serta implementasi kebijakan perdagangan yang terbuka. Langkah-langkah ini dinilai esensial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi global sekaligus memitigasi potensi ketidakseimbangan global yang kian mengkhawatirkan.

Dalam pertemuan Finance Minister and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di bawah Presidensi G20 AS, Perry menyoroti pergeseran fokus dalam menilai ketidakseimbangan global. Ia berpendapat bahwa perhatian tidak hanya perlu difokuskan pada neraca transaksi berjalan (current account), melainkan juga pada neraca finansial (financial account). Hal ini dikarenakan ketidakseimbangan di sektor finansial kini dipandang memiliki risiko yang jauh lebih besar terhadap stabilitas perekonomian global dibandingkan sebelumnya. Tema Presidensi G20 AS 2026, "Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation", sejalan dengan upaya ini, dengan fokus pada penyederhanaan regulasi, penguatan pasokan energi, dan percepatan inovasi teknologi.

Di samping forum G20, BI juga aktif dalam Pertemuan Kedua Tingkat Deputi BRICS 2026 di bawah Presidensi India, yang mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability". Dalam forum ini, negara-negara BRICS sepakat untuk memperkuat kerja sama "South-South" guna menghadapi tantangan fragmentasi geopolitik, keterbatasan pembiayaan, dan kerentanan makrofinansial yang dihadapi negara berkembang. Kesepakatan ini akan diwujudkan melalui pembentukan Task Force on Growth and Development (TFGD) serta penguatan kerja sama di area strategis seperti sistem pembayaran, kecerdasan buatan, keamanan siber, teknologi finansial, dan jaring pengaman keuangan internasional. Gubernur BI juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Federal Reserve Bank, Michael S. Barr, guna membahas isu-isu ekonomi global terkini.