bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Gangguan Jaringan Seluler di NTT Pasca Gempa M 7,7, Kominfo Pantau Pemulihan

Redaksi 16 Agustus 2026 8 views
Gangguan Jaringan Seluler di NTT Pasca Gempa M 7,7, Kominfo Pantau Pemulihan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) terus melakukan pemantauan dan upaya pemulihan jaringan telekomunikasi bersama operator seluler pascagempa bermagnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA, dengan episentrum di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Menurut Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 situs atau Base Transceiver Station (BTS) teridentifikasi mengalami gangguan. Gangguan ini tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT, yang berarti sekitar 16,35 persen dari total BTS di wilayah terdampak mengalami masalah.

Wayan menjelaskan bahwa Kominfo berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk mempercepat penanganan gangguan. Keselamatan petugas dan akses telekomunikasi bagi publik menjadi prioritas utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan. Tiga operator seluler, yaitu Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, dilaporkan mengalami dampak pada jaringan mereka di beberapa wilayah.

Gangguan pada jaringan Telkomsel disebabkan oleh terputusnya pasokan listrik di area terdampak. Sementara itu, XLsmart melaporkan adanya gangguan layanan, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa. Indosat masih terus melakukan pemantauan intensif melalui tim teknisnya.

Selain masalah pasokan listrik, gempa juga menyebabkan gangguan pada jaringan transmisi. Berdasarkan data pemantauan, Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak terbanyak, yaitu 51 unit, disusul oleh Kabupaten Ende dengan 31 unit, dan Kabupaten Flores Timur dengan 26 unit. Seluruh 200 situs yang terdampak saat ini dalam proses pemulihan.

Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Kominfo terus memperbarui informasi kondisi jaringan melalui dashboard monitoring, bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi. Wayan menekankan bahwa kondisi jaringan pascabencana sangat dinamis dan data terus diperbarui untuk memastikan penanganan teknis dapat segera dilakukan begitu kondisi memungkinkan.

Kominfo mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta lembaga penanganan bencana. Perkembangan kondisi jaringan dan pemulihan layanan telekomunikasi akan terus dipantau dan diperbarui secara berkala.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.