bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 18:21 WIB

Google Luncurkan Dreambeans, Aplikasi AI untuk Mengubah Kehidupan Pengguna Menjadi Cerita Ilustrasi

Redaksi 04 Juni 2026 10 views
Google Luncurkan Dreambeans, Aplikasi AI untuk Mengubah Kehidupan Pengguna Menjadi Cerita Ilustrasi
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Google Labs, divisi yang berfokus pada desain produk eksperimental, telah memperkenalkan aplikasi baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk iOS dan Android yang diberi nama Dreambeans. Aplikasi ini bertujuan untuk mengilustrasikan kehidupan pengguna menjadi serangkaian cerita yang dikurasi.

Gozde Oznur, pemimpin produk Dreambeans, menjelaskan bahwa ide di balik aplikasi ini adalah memanfaatkan data dari berbagai layanan Google pengguna untuk menghasilkan daftar cerita yang diilustrasikan oleh AI. Cerita-cerita ini dapat berupa saran gaya hidup, seperti rekomendasi tempat untuk dikunjungi, topik untuk dieksplorasi, hal-hal baru untuk dicoba, rencana perjalanan, atau acara yang perlu diketahui.

Dreambeans menghasilkan ide-ide ini berdasarkan data Google pengguna. Dengan izin pengguna, aplikasi ini menggunakan 'Personal Intelligence' untuk menghubungkan informasi dari aplikasi Google seperti Gmail, Kalender, Foto, YouTube, dan Riwayat Pencarian. Tujuannya adalah untuk menyusun kumpulan cerita harian yang dirancang untuk memicu ide-ide baru.

Sebagai contoh, beberapa cerita mungkin berupa rekomendasi geografis, seperti menyarankan kedai kopi baru di dekat tempat tinggal pengguna. Atau, jika pengguna menandai acara seperti memelihara anjing baru di Google Kalender, Dreambeans dapat memberikan wawasan tentang pengalaman hidup dengan anak anjing. Beberapa cerita lainnya bisa berupa artikel berita yang dikurasi dari web berdasarkan minat pengguna sebelumnya.

Oznur menambahkan bahwa Dreambeans dirancang sebagai penangkal 'doomscrolling' dengan membatasi jumlah cerita yang disajikan kepada pengguna setiap hari, biasanya antara 10 hingga 14. Tujuannya adalah agar pengguna mendapatkan beberapa ide inspiratif dan kemudian menggunakannya untuk menjalani kehidupan nyata. Hal ini sejalan dengan upaya banyak perusahaan yang ingin menarik pengguna yang jenuh dengan kecanduan ponsel.

Menurut Oznur, cerita yang dihasilkan cukup solid dan hanya pengguna yang memiliki akses ke cerita-cerita tersebut. Pengguna juga dapat menghapus data mereka kapan saja dan memilih layanan Google mana saja yang ingin mereka hubungkan dengan Dreambeans.

Nama 'Dreambeans' sendiri terinspirasi dari cara kerja sistem saat pengguna tidur. Bagian 'dream' (mimpi) bersifat literal karena aplikasi memproses data dari aplikasi yang terhubung saat pengguna tertidur. Sementara itu, bagian 'beans' (kacang) merujuk pada analogi memulai hari dengan secangkir kopi yang baru diseduh, di mana aplikasi telah memproses semua data semalam dan menyajikan 'tetesan inspirasi' yang terkonsentrasi di pagi hari.

Saat ini, Dreambeans hanya tersedia untuk pelanggan Google AI Ultra yang memenuhi syarat di Amerika Serikat, baik pengguna Android maupun iOS. Namun, tersedia juga daftar tunggu bagi pengguna dengan akun Google pribadi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.