bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, rumah mode mewah asal Italia, Gucci, akan bergabung dengan Formula 1 (F1) sebagai sponsor utama tim Alpine. Kemitraan ini akan membuat tim tersebut secara resmi berkompetisi sebagai Gucci Racing Alpine Formula One Team mulai musim 2026.
Keputusan ini dinilai sebagai langkah yang masuk akal mengingat F1 cenderung menargetkan audiens dengan daya beli tinggi, sebuah segmen yang juga dilayani oleh merek fesyen mewah. Keterlibatan Gucci menandai pertama kalinya sebuah tim F1 menarik rumah mode sebagai sponsor utama, menunjukkan bahwa F1 telah mencapai tingkat popularitas yang signifikan.
Kabar ini juga berpotensi membawa kembali sponsor dari industri rokok ke F1. Artikel tersebut menyoroti kecintaan masyarakat Italia dan Prancis terhadap rokok, serta mengaitkan era kejayaan F1 di masa lalu dengan keberadaan sponsor dari perusahaan rokok. Penulis berpendapat bahwa hilangnya sponsor rokok dari F1 mungkin berkorelasi dengan penurunan tingkat keseruan olahraga tersebut.
Selain itu, kemitraan Gucci dengan Alpine F1 diperkirakan akan memicu reaksi negatif dari sebagian kalangan yang menganggap F1 semakin "woke" atau terlalu mengikuti tren sosial, terutama mengingat citra merek Gucci dan penggunaan model dalam materi pemasarannya. Namun, penulis berargumen bahwa keterlibatan sponsor mewah seperti Gucci justru penting bagi keberlangsungan F1 di masa depan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.