bytedaily - Melansir laporan dari caranddriver.com, produsen mobil listrik Polestar terpaksa menghentikan penjualannya di Amerika Serikat menyusul perubahan regulasi federal terkait layanan konektivitas kendaraan. Aturan ini secara spesifik memengaruhi kendaraan yang diproduksi di China dan Rusia, yang berujung pada larangan bagi Polestar untuk menjual mobil baru di pasar AS.
Keputusan pemerintah AS ini memicu diskon besar-besaran untuk stok Polestar 3 dan Polestar 4 yang tersisa di dealer-dealer seluruh negeri. Konsumen kini dapat memperoleh potongan harga hingga 25.000 dolar AS untuk unit baru Polestar 3 atau Polestar 4. Hal ini membuat harga Polestar 4 berpenggerak roda belakang yang semula dibanderol 57.800 dolar AS menjadi 32.800 dolar AS, bahkan lebih murah dari harga Chevrolet Bolt RS 2027.
Bagi model berpenggerak semua roda (all-wheel drive), Polestar 4 dengan powertrain dual-motor kini dapat dibeli mulai dari 39.300 dolar AS. Sementara itu, Polestar 3 yang sebelumnya memiliki harga awal lebih tinggi, juga ditawarkan dengan diskon besar sebesar 23.000 dolar AS, sehingga harga dasar model Long Range Dual Motor yang semula 74.800 dolar AS menjadi 51.800 dolar AS.
Selain pembelian tunai, tersedia pula opsi pembiayaan dan sewa yang menarik. Polestar 4 memenuhi syarat untuk insentif sewa hingga 19.000 dolar AS, yang menurunkan pembayaran bulanan model berpenggerak tunggal menjadi hanya 399 dolar AS selama 39 bulan. Terdapat pula penawaran pembiayaan tanpa bunga selama 60 bulan dengan diskon 18.000 dolar AS untuk model Polestar 4.
Namun, keputusan untuk membeli Polestar saat ini memiliki sejumlah risiko. Belum ada kejelasan mengenai penanganan servis, pemeliharaan, dan garansi setelah perusahaan keluar dari pasar AS, meskipun Polestar menyatakan layanan tersebut akan tetap berlanjut. Ada kemungkinan bahwa Volvo, sebagai merek terafiliasi, akan menyediakan layanan tersebut melalui jaringan dealernya, namun detailnya belum diumumkan secara resmi.