bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kompetisi Super League musim 2026/2027 akan diikuti oleh 18 tim yang telah menunjuk pelatih kepala. Menariknya, mayoritas klub, yaitu sebanyak 17 tim, memilih untuk menggunakan jasa pelatih asing. Hanya satu klub promosi, Isen Mulang FC, yang menunjuk pelatih lokal sebagai nakhoda tim.
Pelatih yang dimaksud adalah Ade Suhendra, yang berusia 43 tahun. Ia menjadi satu-satunya pelatih asal Indonesia yang akan bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional, mendampingi sejumlah pelatih elite internasional seperti Shin Tae Yong, Fabio Lefundes, dan Jean Paul Van Gastel.
Ade Suhendra berhasil membawa Isen Mulang FC, yang sebelumnya bernama Adhyaksa FC, promosi ke Super League musim lalu. Keberhasilan ini menjadikannya satu-satunya pelatih asli Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk menangani klub di liga tersebut.
Mayoritas klub besar di Super League, termasuk Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta, juga memilih pelatih asing meskipun ada pergantian dari musim sebelumnya. Persib Bandung menunjuk Igor Tolic menggantikan Bojan Hodak, sementara Persija Jakarta akan dilatih oleh Shin Tae Yong yang menggantikan Mauricio Souza. Borneo FC juga berganti pelatih, dengan Fabio Lefundes digantikan oleh Mauro Jeronimo asal Portugal.
Daftar pelatih kepala di Super League 2026/2027 antara lain: Arema FC dilatih Marcos Santos (Brasil), Bali United oleh Johnny Jansen (Belanda), Bhayangkara FC oleh Oskar Bruzon (Spanyol), Borneo FC oleh Mauro Jeronimo (Portugal), Dewa United oleh Osmar Loss (Brasil), Garudayaksa oleh Milos Joksic (Serbia), Isen Mulang FC oleh Ade Suhendra (Indonesia), Java United oleh Fabio Lefundes (Brasil), Madura United oleh Ze Gomes (Portugal), Persebaya Surabaya oleh Bernardo Tavares (Portugal), Persib Bandung oleh Igor Tolic (Kroasia), Persija Jakarta oleh Shin Tae Yong (Korea Selatan), Persijap Jepara oleh Mario Lemos, Persik Kediri oleh Marcos Reina, Persita Tangerang oleh Carlos Pena, PSIM Yogyakarta oleh Jean Paul Van Gastel, PSM Makassar oleh Darije Kalezic, dan PSS Sleman oleh Pieter Huistra.