bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 13:34 WIB

Harga Bensin Turun Selama Dua Minggu Berturut-turut, Minyak Mentah di Bawah 100 Dolar

Redaksi 10 Juni 2026 12 views
Harga Bensin Turun Selama Dua Minggu Berturut-turut, Minyak Mentah di Bawah 100 Dolar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cspdailynews.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cspdailynews.com, harga rata-rata nasional bensin jenis reguler mengalami penurunan sebesar 18 sen, menjadi 4,24 dolar per galon. Penurunan ini menandai minggu kedua berturut-turut harga bensin mengalami pelemahan. Kondisi ini terjadi seiring dengan harga minyak mentah yang tetap berada di bawah 100 dolar per barel. Namun, ketidakpastian mengenai kapan Selat Hormuz akan sepenuhnya dibuka kembali dan melanjutkan aktivitas pelayaran dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga di musim panas mendatang. AAA menyatakan bahwa ketidakpastian tersebut kemungkinan akan mencegah penurunan harga minyak secara signifikan meskipun permintaan bensin meningkat di musim panas. Sebagai perbandingan, harga rata-rata bensin satu tahun lalu adalah 3,14 dolar per galon. Harga mengalami lonjakan tajam sejak Februari lalu, pasca serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Diperkirakan sekitar 20% aliran minyak dan produk global melewati Selat Hormuz. Meskipun terjadi lonjakan harga bensin, GasBuddy memprediksi bahwa musim panas tahun ini akan menjadi yang termahal dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 56% masyarakat Amerika berencana untuk melakukan perjalanan darat lebih dari dua jam, angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya. Biaya kini menjadi pertimbangan utama dalam perjalanan, dengan 53% responden menjadikannya prioritas utama. Sebanyak 67% menyatakan harga bensin secara langsung memengaruhi rencana perjalanan mereka, dan 36% mengaku biaya yang meningkat menyebabkan mereka mengurangi jumlah perjalanan darat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cspdailynews.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.