bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, udara kabur atau haze kembali menyelimuti Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (19/10). BMKG mencatat jarak pandang terbatas sekitar empat kilometer dan menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan. Sejumlah warga dilaporkan mengalami mata perih.
Haze merupakan kondisi atmosfer ketika partikel kecil mengurangi kejernihan langit dan mengaburkan pandangan. Partikel itu dapat berupa debu, asap, atau uap air. Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di NTT.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengatakan kelompok sensitif, termasuk anak-anak, lansia, dan penderita gangguan saluran pernapasan, sebaiknya membatasi aktivitas berat di luar ketika udara berasap atau berdebu. Jika mengalami gangguan pernapasan, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Maria menyebut haze tersebut mungkin berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan dari luar NTT, tetapi penyebab pastinya masih memerlukan analisis lebih lanjut. Pola angin di NTT yang didominasi arah timur memungkinkan partikulat dari wilayah di sebelah timur terbawa ke daerah itu.
Selain asap kebakaran, partikel garam dari percikan air laut yang terangkat ke atmosfer juga dapat menjadi sumber aerosol, mengingat NTT dikelilingi laut. Maria menegaskan, hasil pemodelan BMKG mengenai partikulat halus dan aerosol tidak otomatis membuktikan bahwa penyebabnya adalah asap kebakaran. Sumber partikulat perlu dianalisis lebih lanjut, sementara kualitas udara aktual perlu dipastikan melalui pengukuran langsung.