bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:20 WIB

Ilmuwan Luncurkan Peta Medan Magnet Alam Semesta Terbesar

Redaksi 05 Juni 2026 22 views
Ilmuwan Luncurkan Peta Medan Magnet Alam Semesta Terbesar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ilmuwan internasional telah berhasil membuat peta medan magnet alam semesta yang mencakup area terluas yang pernah ada. Peta ini diklaim memiliki ukuran lima kali lipat lebih besar dibandingkan seluruh upaya pemetaan sebelumnya yang digabungkan.

Peta yang dinamai SPICE-RACS ini mengungkapkan adanya jaring kosmik tak terlihat yang berperan dalam pembentukan dan evolusi galaksi. Pembuatan peta ini melibatkan tim internasional yang dipimpin oleh peneliti dari CSIRO, lembaga sains nasional Australia, bekerja sama dengan SKA Observatory (SKAO).

Penelitian ini memanfaatkan kemampuan teleskop radio ASKAP milik CSIRO yang berlokasi di Australia Barat. Cara kerja peta ini didasarkan pada prinsip perputaran cahaya saat melewati medan magnet. Dengan mengukur tingkat perputaran cahaya yang ditangkap oleh ASKAP, para peneliti dapat menentukan lokasi dan kekuatan relatif medan magnet.

Alec Thomson, peneliti utama sekaligus ilmuwan komisioning SKAO, menjelaskan bahwa mereka mengumpulkan data rotasi dari hampir 4 juta galaksi yang terdeteksi dalam survei RACS. "Kami memproses ulang data asli ASKAP untuk mendapatkan gambaran lengkapnya," ujarnya.

Thomson menambahkan bahwa skala dan kepadatan peta ini akan membantu pemahaman tentang distribusi energi di seluruh alam semesta. "Untuk pertama kalinya, kami dapat menyelidiki detail halus materi di antara bintang-bintang terdekat, dan mempelajari sejumlah besar galaksi yang jauh," katanya.

Kepala Ilmuwan SKAO, Naomi McClure-Griffiths, menyatakan bahwa SPICE-RACS merupakan kemajuan signifikan. "Selama 20 tahun kami bekerja dengan kumpulan data yang pada dasarnya sama, yang bahkan tidak mencakup langit belahan selatan. Sekarang, kami akhirnya bisa menjawab beberapa pertanyaan besar dengan gambaran yang jauh lebih baik tentang struktur magnetik alam semesta," tuturnya.

McClure-Griffiths juga menyebutkan bahwa peta ini membuka peluang untuk mempelajari interaksi Bima Sakti dengan Awan Magellan, serta berpotensi menjawab pertanyaan mengenai kemunculan pertama medan magnet di alam semesta. "Kami pernah mengira itu mustahil. Saya dengan antusias mengatakan hal itu tidak lagi demikian," ungkapnya.

Data peta ini telah tersedia secara bebas bagi komunitas ilmiah melalui portal data.csiro.au. Sementara itu, tim kolaborasi POSSUM (Polarisation Sky Survey of the Universe's Magnetism) akan terus mengembangkan peta yang lebih rinci di masa mendatang. Dengan beroperasinya teleskop SKA pada akhir dekade ini, para astronom diharapkan mampu memetakan jaring kosmik dengan tingkat ketajaman yang jauh lebih tinggi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.