bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:58 WIB

Industri Otomotif Desak Uni Eropa Tunda Tarif Kendaraan Listrik Pasca-Brexit

Redaksi 09 Juni 2026 12 views
Industri Otomotif Desak Uni Eropa Tunda Tarif Kendaraan Listrik Pasca-Brexit
Ilustrasi visual (Sumber referensi: theguardian.com)

bytedaily - Melansir laporan dari theguardian.com, industri otomotif di Uni Eropa dan Inggris mendesak Komisi Eropa untuk melakukan penyesuaian pada perjanjian dagang pasca-Brexit. Mereka meminta penangguhan kembali penerapan tarif impor kendaraan listrik yang dijadwalkan berlaku pada 1 Januari 2027.

Kekhawatiran utama industri adalah ketidakmampuan untuk memenuhi aturan asal barang (rules of origin) yang ketat dalam Perjanjian Perdagangan dan Kerjasama Uni Eropa-Inggris yang berlaku sejak 2021. Aturan ini menetapkan bahwa 55% nilai sebuah mobil harus diproduksi di Eropa pada 1 Januari 2027 agar bebas tarif. Selain itu, 70% paket baterai dan 65% sel baterai juga harus berasal dari Eropa.

Awalnya, kesepakatan Brexit tahun 2020 bertujuan untuk mendorong produksi baterai lokal. Namun, realisasi produksi baterai di Uni Eropa atau Inggris dalam beberapa tahun setelah kesepakatan, yang diperkirakan mencapai 30% untuk paket dan sel baterai, tidak tercapai. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk dampak pandemi COVID-19 dan kelangkaan semikonduktor akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Menanggapi tekanan dari industri otomotif, Komisi Eropa sebelumnya telah menyetujui penangguhan aturan ini selama tiga tahun hingga akhir tahun ini. Namun, dengan sisa waktu tujuh bulan, industri menyatakan bahwa target produksi baterai "buatan Eropa" masih belum dapat dipenuhi.

Jonathan O’Riordan, direktur perdagangan internasional di ACEA (Asosiasi Produsen Mobil Eropa), mengungkapkan bahwa perkiraan awal pada 2024 menunjukkan 60% baterai di seluruh segmen akan diproduksi di Eropa pada 2027. Kini, diperkirakan hanya "sedikit di bawah 20%" baterai yang akan diproduksi di Uni Eropa pada tanggal tersebut. Di Inggris, angka ini lebih tinggi namun masih di bawah target yang ditetapkan.

Sigrid de Vries, direktur jenderal ACEA, menyatakan bahwa pengembangan penggerak baterai di Eropa berjalan terlalu lambat dan diperlukan pergeseran kebijakan dari Komisi Eropa untuk mempercepat transisi ini. Mike Hawes, kepala eksekutif SMMT (Society of Motor Manufacturers and Traders) Inggris, menambahkan bahwa rantai pasokan baterai belum siap memenuhi persyaratan ketat tersebut, yang didasarkan pada asumsi yang tidak terwujud meskipun telah ada investasi besar. Ia menekankan perlunya solusi pragmatis untuk menghindari tarif yang merugikan pada kendaraan listrik.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media theguardian.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.