bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 06:05 WIB

Inflasi Suku Cadang dan Teknologi Baru Ubah Industri Klaim Otomotif AS dan Kanada

Redaksi 01 Juli 2026 2 views
Inflasi Suku Cadang dan Teknologi Baru Ubah Industri Klaim Otomotif AS dan Kanada
Ilustrasi visual (Sumber referensi: propertycasualty360.com)

bytedaily - Melansir laporan dari propertycasualty360.com, tiga faktor utama yang membentuk industri klaim otomotif pada tahun 2025 kini terus memengaruhi pasar pada tahun 2026. Faktor-faktor tersebut meliputi inflasi suku cadang akibat tarif, peningkatan frekuensi total kerugian kendaraan di Amerika Serikat dan Kanada, serta perubahan ekonomi perbaikan yang didorong oleh teknologi kendaraan baru. Fenomena ini secara kolektif mengubah cara klaim diselesaikan dan standar perbaikan yang aman serta terjangkau.

Secara spesifik, tarif impor mulai berdampak pada kenaikan harga suku cadang otomotif. Meskipun awalnya diperkirakan akan terjadi lonjakan instan, data Mitchell menunjukkan bahwa inflasi suku cadang yang awalnya 3,5% pada awal 2025, meningkat menjadi 4,25% pada akhir tahun. Kenaikan ini bervariasi tergantung jenis suku cadang dan produsen, misalnya penutup bumper mengalami inflasi dari 3,2% menjadi 6,7% pada periode yang sama. Kenaikan biaya bahan baku, khususnya plastik poliolefin yang bersumber dari Tiongkok, menjadi pendorong utama inflasi ini. Produsen memiliki lebih banyak kelonggaran untuk meneruskan kenaikan biaya input pada suku cadang spesifik dibandingkan pada kendaraan utuh yang dipengaruhi persaingan pasar.

Sebagai respons terhadap tren ini, industri mengalami pergeseran signifikan menuju penggunaan suku cadang alternatif. Di Amerika Serikat, pemanfaatan suku cadang aftermarket, daur ulang, dan rekondisi meningkat hampir 1,5 poin persentase secara tahunan, sementara di Kanada peningkatannya mencapai sekitar 2 poin. Peningkatan ini didukung oleh normalisasi inventaris aftermarket ke tingkat pra-COVID dan stabilnya rantai pasok suku cadang daur ulang, memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan asuransi dan bengkel dalam pengadaan suku cadang.

Selain itu, keputusan untuk memperbaiki komponen kendaraan daripada menggantinya semakin meningkat. Persentase perbaikan komponen dibandingkan penggantian naik hampir satu poin di AS dan seperempat poin di Kanada, mengakhiri tren penurunan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Pergeseran ini bukan disebabkan oleh desain kendaraan, melainkan oleh kondisi ekonomi bengkel. Dengan volume klaim yang lebih rendah dari tahun 2023, fasilitas perbaikan menghadapi tekanan margin. Perbaikan komponen biasanya menawarkan margin keuntungan yang lebih tinggi (hingga 60%) dibandingkan suku cadang pengganti (30-50%), sehingga memperbaiki komponen dapat meningkatkan throughput, memperpendek siklus perbaikan, dan mempermudah pengelolaan arus kas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media propertycasualty360.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.