bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Inovasi Teknologi Indonesia yang Diadopsi oleh Berbagai Negara

Redaksi 17 Agustus 2026 4 views
Inovasi Teknologi Indonesia yang Diadopsi oleh Berbagai Negara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia ternyata memiliki sejumlah teknologi yang tidak hanya dimanfaatkan di dalam negeri, tetapi juga telah diadopsi oleh berbagai negara lain. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai konsumen produk dan inovasi teknologi, melainkan juga sebagai pencipta.

Beberapa inovasi yang lahir dan dikembangkan di Indonesia, seperti teknik konstruksi jalan layang, pesawat terbang, sistem peringatan dini tsunami, dan sistem pembayaran digital, telah banyak digunakan di kancah internasional.

Salah satu teknologi kebanggaan Indonesia adalah Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu. Inovasi konstruksi yang ditemukan oleh insinyur Indonesia, Tjokorda Raka Sukawati, ini memungkinkan pembangunan bagian kepala tiang jalan layang tanpa mengganggu lalu lintas di bawahnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa teknologi Sosrobahu telah diterapkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Filipina, teknologi ini bahkan digunakan dalam pembangunan salah satu jalan layang terpanjang di negara tersebut.

Selain itu, pesawat CN235 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga telah digunakan oleh berbagai negara. Awalnya, CN235 merupakan hasil pengembangan bersama antara PTDI (sebelumnya IPTN) dengan perusahaan Spanyol CASA (kini bagian dari Airbus Defence and Space). Pembentukan perusahaan patungan Airtech pada tahun 1979 menjadi awal pengembangan pesawat multiguna ini. Hingga kini, PTDI menjadi satu-satunya produsen CN235, dan varian CN235-220 telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal, dengan berbagai konfigurasi seperti transportasi militer dan patroli maritim.

Indonesia juga berkontribusi signifikan dalam sistem peringatan dini tsunami melalui Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sistem ini tidak hanya krusial bagi mitigasi tsunami di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian penting bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia. BMKG bertindak sebagai Tsunami Service Provider (TSP) untuk kawasan tersebut bersama Australia dan India, menyediakan informasi peringatan dini tsunami bagi 28 negara. Keunggulan InaTEWS terletak pada kemampuannya merilis parameter gempa dalam waktu 30 hingga 60 detik dan mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit, menjadikannya sumber informasi vital bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.