bytedaily - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatat total throughput sebesar 850.768 TEUs pada kuartal pertama tahun 2026, menandai pertumbuhan moderat sebesar 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini diraih di tengah berbagai tantangan operasional, termasuk dinamika logistik selama momentum Idul Fitri dan pembatasan angkutan barang yang dirancang untuk kelancaran arus mudik nasional.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa strategi perusahaan untuk mengoptimalkan aktivitas bongkar muat sebelum periode pembatasan dan mempercepat arus barang setelahnya terbukti efektif dalam menjaga kelancaran distribusi. Meskipun demikian, data menunjukkan adanya penurunan kinerja pada segmen peti kemas internasional sebesar 6,4 persen, dipicu oleh penyesuaian jadwal pelayaran global dan dinamika distribusi barang lintas negara. Sebaliknya, segmen domestik justru menunjukkan performa yang mengesankan dengan pertumbuhan volume sebesar 3,5 persen, mengindikasikan daya tahan konsumsi dalam negeri.
Pertumbuhan throughput IPC TPK terlihat merata di berbagai area operasionalnya, dengan Area Teluk Bayur mencatat lonjakan tertinggi sebesar 5,3 persen. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi IPC TPK untuk terus memperkuat kolaborasi dan perencanaan berbasis data, demi mendukung kelancaran logistik nasional dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.