bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Jepang Luncurkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars

Redaksi 17 Agustus 2026 3 views
Jepang Luncurkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Jepang tengah mempersiapkan misi nirawak bernama Martian Moons eXploration (MMX) yang bertujuan untuk mengumpulkan sampel dari Phobos, salah satu bulan Mars. Misi ini diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai asal-usul Tata Surya dan potensi kehidupan di Bumi.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, wahana MMX dijadwalkan untuk diluncurkan dari Tanegashima Space Center dalam beberapa bulan mendatang. Selama kurang lebih tiga tahun berada di orbit Mars, MMX akan berupaya mendarat di Phobos untuk mengambil setidaknya 10 gram material dari permukaannya. Misi ini juga akan melibatkan penjelajah IDEFIX yang akan mengamati permukaan Phobos dan melakukan pengamatan terhadap Deimos, bulan Mars lainnya, tanpa mendarat.

Kapsul pengembalian dari misi ini direncanakan akan kembali ke Bumi dan mendarat di Australia sekitar tahun 2031. MMX merupakan hasil kolaborasi internasional yang melibatkan Pusat Studi Antariksa Nasional Prancis (CNES), Pusat Dirgantara Jerman (DLR), NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), serta sejumlah institusi pendidikan tinggi dan perusahaan teknologi.

Pengembangan kaki pendarat wahana MMX dilaporkan menjadi tantangan terbesar karena gravitasi Phobos yang sangat rendah. Insinyur Mitsubishi Electric, Akinari Uehara, menjelaskan bahwa desain kaki pendarat harus mampu meredam benturan agar wahana tidak terlempar saat mendarat.

Jepang memiliki pengalaman sebelumnya dalam misi luar angkasa, termasuk wahana Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) yang mengalami insiden terguling saat mendarat di Bulan pada tahun 2024, namun tetap berhasil mengirimkan data. Selain itu, misi Hayabusa-2 milik JAXA berhasil membawa kembali 5,4 gram batuan dan debu dari sebuah asteroid pada tahun 2020.

Misi MMX bertujuan untuk menguji dua teori mengenai pembentukan Mars dan bulan-bulannya: hipotesis tumbukan raksasa yang menyebutkan kedua bulan terbentuk akibat tabrakan benda langit dengan Mars, dan hipotesis tangkapan yang menduga keduanya adalah asteroid yang tertangkap gravitasi Mars. Pemahaman ini penting untuk mengungkap bagaimana lingkungan yang mendukung kehidupan dapat terbentuk di planet kebumian.

Badan antariksa Jepang juga sedang menjajaki potensi Phobos sebagai stasiun luar angkasa alami dan mengembangkan teknologi perjalanan bolak-balik ke Mars yang krusial untuk eksplorasi berawak. Astrofisikawan Prancis, Patrick Michel, menyatakan bahwa misi MMX dapat menjelaskan mekanisme pengangkutan air, senyawa mudah menguap, dan senyawa organik dari Tata Surya luar ke wilayah planet berbatu bagian dalam, yang mungkin berperan dalam menjadikan dunia-dunia tersebut layak huni. Jika Phobos dan Deimos merupakan sisa dari proses awal tersebut, keduanya berpotensi menyimpan petunjuk mengenai asal-usul kehidupan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.