bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars

Redaksi 17 Agustus 2026 4 views
Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Jepang tengah mempersiapkan misi nirawak bernama Martian Moons eXploration (MMX) yang bertujuan untuk mengambil sampel dari Phobos, salah satu bulan Mars. Misi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru mengenai asal-usul Tata Surya dan potensi kehidupan di Bumi.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, wahana MMX dijadwalkan untuk diluncurkan dari Tanegashima Space Center dalam beberapa bulan mendatang. Wahana ini akan mengorbit Mars selama kurang lebih tiga tahun dan berencana untuk mendarat di Phobos guna mengumpulkan setidaknya 10 gram material permukaan. Selain itu, MMX juga akan melakukan pengamatan terhadap Deimos, bulan Mars lainnya, tanpa melakukan pendaratan.

cnnindonesia.com melaporkan bahwa wahana MMX merupakan hasil kolaborasi internasional yang melibatkan Pusat Studi Antariksa Nasional Prancis (CNES), Pusat Dirgantara Jerman (DLR), NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), serta beberapa universitas dan perusahaan teknologi. Pengembangan kaki pendarat wahana ini dilaporkan menjadi tantangan terbesar karena rendahnya gravitasi di Phobos, yang mengharuskan adanya sistem peredam benturan saat mendarat untuk mencegah wahana tergelincir.

Dalam konteks misi antariksa sebelumnya, cnnindonesia.com menyebutkan rekam jejak Jepang yang beragam. Wahana Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) atau Moon Sniper mengalami terguling saat mendarat di Bulan pada 2024, namun tetap berhasil mengirimkan data. Sementara itu, misi Hayabusa-2 berhasil membawa kembali sampel dari asteroid pada tahun 2020. Misi ini diharapkan dapat membantu mengungkap bagaimana Mars dan bulan-bulannya terbentuk, dengan dua teori utama yang bersaing: hipotesis tumbukan raksasa dan hipotesis tangkapan asteroid. Pemahaman ini penting untuk mengungkap bagaimana lingkungan layak huni bisa muncul di planet kebumian.

cnnindonesia.com juga mengutip astrofisikawan Prancis, Patrick Michel, yang menyatakan bahwa MMX akan memberikan pencerahan mengenai mekanisme pengangkutan air, senyawa mudah menguap, dan senyawa organik dari Tata Surya luar ke wilayah planet berbatu bagian dalam. Ia menambahkan bahwa jika Phobos dan Deimos merupakan sisa dari sistem pengantaran awal tersebut, keduanya bisa menyimpan petunjuk tentang asal-usul kehidupan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.