bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 01:32 WIB

Kementerian dan Pertamina Kolaborasi Tingkatkan SDM Transisi Energi

Redaksi 03 Juli 2026 4 views
Kementerian dan Pertamina Kolaborasi Tingkatkan SDM Transisi Energi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: en.antaranews.com)

bytedaily - Melansir laporan dari en.antaranews.com, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung program transisi energi, khususnya pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa penguatan SDM penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam program prioritas pemerintah, seperti akselerasi pengurangan impor bahan bakar dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

Menurut Yuliarto, percepatan pengembangan EBT diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia, tidak hanya dalam memperkuat ketahanan energi, tetapi juga dalam meningkatkan kapasitas industri nasional dan penyerapan tenaga kerja. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bertugas menyiapkan berbagai kajian sebagai rekomendasi bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, Dana Ventura Indonesia (Danantara), dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Masukan yang diberikan kementerian didasarkan pada kajian ilmiah, sementara implementasi program tetap menjadi kewenangan kementerian terkait.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, memaparkan sejumlah inisiatif perusahaan dalam mendukung transisi energi. Inisiatif tersebut meliputi pengembangan PLTS melalui Program Elektrifikasi dan Pengurangan Diesel, pengembangan energi panas bumi, serta persiapan pendidikan vokasi untuk memperkuat tenaga kerja sektor energi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media en.antaranews.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.