bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, kenaikan harga bahan bakar yang signifikan turut membebani anggaran Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon. Meskipun harga bahan bakar saat ini tidak setinggi puncaknya pada tahun 2022, namun kenaikannya dibandingkan Februari lalu terasa memberatkan.
Menurut laporan ABC News, Pentagon menghadapi tekanan finansial yang meningkat akibat daftar pengeluaran tak terencana yang terus bertambah sepanjang tahun lalu. Biaya bahan bakar menjadi salah satu tekanan terbesar. Laporan menyebutkan bahwa enam bulan setelah harga rata-rata satu barel bahan bakar mencapai $154,14, biaya Pentagon melonjak menjadi $195,72, atau meningkat sekitar 27%.
Secara total, militer AS diperkirakan akan menghabiskan lebih dari $1 miliar untuk biaya tak terencana tahun ini guna memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat, tank, dan peralatan militer lainnya, berdasarkan konsumsi bahan bakar departemen dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan 27% ini merupakan rata-rata harga per barel yang mencakup sekitar dua lusin jenis bahan bakar berbeda, mulai dari avtur untuk jet tempur hingga bahan bakar kendaraan darat.
Dampak kenaikan harga bahan bakar tidak hanya dirasakan oleh kendaraan tempur. Militer dilaporkan terpaksa membatasi perjalanan, yang berdampak pada kemampuan personel untuk berlatih. Komandan militer juga menghadapi lonjakan biaya bahan bakar sipil dan tiket pesawat komersial, yang menambah tekanan finansial pada militer yang sangat bergantung pada keduanya. Pasukan biasanya menggunakan penerbangan komersial dan mobil sewaan untuk melakukan perjalanan ke berbagai acara pelatihan, dan sering kali mendapatkan kompensasi untuk jarak tempuh menggunakan kendaraan pribadi.
Akibatnya, perjalanan sangat diawasi ketat. Beberapa formasi militer secara drastis mengurangi perjalanan untuk pelatihan dan acara lainnya, atau bahkan membatalkannya sejak April lalu. Selain masalah biaya bahan bakar, Angkatan Darat AS juga terpaksa melakukan pemotongan besar-besaran pada pelatihan karena menghadapi kekurangan dana sebesar $4 miliar hingga $6 miliar hingga akhir tahun fiskal pada 30 September. Kekurangan dana ini dilaporkan disebabkan oleh perang, perluasan misi di perbatasan selatan AS, serta misi Garda Nasional yang sedang berlangsung di Washington, D.C., yang ditujukan untuk menggandakan jumlah personel menjadi sekitar 5.000 tentara selama musim panas.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.